Dampak Kabut Asap Darul Qutni, Minta Ubah Jadwal Masuk Sekolah

7.225 dibaca

BUANAINDONESIA. CO.ID , BANYUASIN – Kepulan asap Karhutlah di Indonesia kini semakin pekat, khususnya di Banyuasin Sumatera selatan, asap tebal menyelimuti tiap ruas jalanan, hal tersebut menimbulkan kekhawatiran Politisi Demokrat Darul Quteni. SE, menurutnya asap tebal yang hadir di pagi hari bisa membahayakan kesehatan terutama bagi anak-anak. Dengan itu dirinya meminta kepada pihak sekolah untuk merubah jam masuk para murid agar anak-anak generasi bangsa terhindar dari ISPA.

“Saat ini Asap dampak dari Karhutlah sudah terlihat semakin pekat, saat pagi hari jarak pandang kita pun terganggu, dan saya khawatirkan kesehatan anak-anak kalau seperti ini terus kesehatan mereka bisa berbahaya,” Ucap. Darul, Anggota DPRD Banyuasin, saat dibincangi, Kamis. 19/09/19.

Politisi Demokrat ini, minta Dinas terkait dapat memperhatikan Kesehatan para generasi penerus sehingga kesehatan mereka tidak terganggu.

“Saya minta kepada Dinas kesehatan agar membagikan masker ke setiap sekolah, dan memberikan sosialisasi ke masyarakat dan kepada Dinas pendidikan agar merubah jam belajar anak-anak dari pukul 07.00 WIB menjadi pukul 08;00 WIB, sebab kalau pagi-pagi anak-anak sudah menghirup asap saya khawatir mereka akan terkena ispa,” tandasnya

Sementara itu, merujuk pada indeks API, tingkat asap 101-200 mencapai kategori tidak sehat, 201-300 menyentuh level tidak sehat, sedangkan jika melebihi 300 maka akan dikategorikan berbahaya.

Dikatakan, Kualitas udara yang sehat idealnya di angka 0-50. Indeks kualitas udara 51-100 juga masih tergolong aman dengan kategori level sedang.

Salah satu ibu rumah tangga yang tak mau disebut namanya, Inisial “A”¬† mengaku hal yang sama terhadap kabut asap yang hadir di setiap pagi, karena menurutnya hal tersebut dapat membahayakan kesehatan anak-anaknya dan anak sekolah lainya.

“Saya sebagai seorang ibu merasa khawatir saat ini kondisi asap sudah semakin tebal, jadi kalau mau beraktivitas bersama anak saat ini saya kurangi,”ujarnya

Dikatakan juga “saya takutnya anak¬† masih kecil terkena dampaknya, pernah dengar waktu itu ada korban jiwa namun infonya lagi itu hoax, tapi saya tetap khawatir,”

Dia berharap Pemerintah dapat segera mengatasi permasalahan ini agar tidak timbul korban

Bagaimana Menurut Anda?