Karet Petani Kembali Anjlok

10.863 dibaca

BANYUASIN, Buanaindonesia.com – Meski kenaikan harga karet petani dalam setahun terakhir ini tidak begitu signifikan dan cenderung mengalami penurunan, namun ternyata hasil komoditi kebun itu kembali anjlok. Di sejumlah desa di Kecamatan Air Kumbang, kini harganya anjlok hingga Rp 3.000/Kg.

Tentu saja kondisi ini makin membuat terpuruknya perekonomian masyarakat. Terlebih saat ini musim penghujan telah mengurangi kualitas dan jumlah karet yang berhasil disadap. Mesi begitu petani berharap agar pemerintah dapat memperhatikan kehidupan ekonomi mereka yang makin menyedihkan ini.

Advertisement

Salah satunya yang diharapkan Ali, warga Desa Rambutan, belum adanya penyehatan terhadap harga karet petani ini membuat hampir seluruh petani makin terpuruk dan sampai saat ini belum ada perubahan yang cukup signifikan. Bahkan, karet cenderung harganya makin menurun saja. Dia menceritakan, jika sebelumnya harga karet sudah naik ke level Rp 4.000/Kg, sayangnya kini sudah kembali turun menjadi Rp 3.000/Kg.

“Naiknya sedikit dan lama, tapi pas turun banyak dan bisa dalam hitungan bulan saja. Kami sangat bingung, kenapa pemerintah tidak bisa membantu kami petani karet ini. Sudah lebih dua tahun ini harga karet turun dan tidak menentu. Kenapa pemerintah tidak bisa berbuat padahal kebutuhan hidup makin mahal dan makin banyak saja,” ungkap bapak enam anak ini.

Sementara, hasil dari menjual karet saat ink tidak bisa menutupi kebutuhan sehari-hari, jelas kondisi ini sangat jauh berbeda sepuluh tahun yang lalu. Bahkan pada zaman keemasannya, harga karet bisa mencapai level Rp 12.000/Kg.

“Jelas kami harus mengurangi kebutuhan, kemarin saat kemarau getah tidak berproduksi karena kering. Dan kini, getah juga tidak bisa banyak karena hasil sadapannya sedikit dan seringkali bercampur dengan air hujan. Kami hanya berharap agar kondisi ini tidak makin berlarut. Karena bukan tidak mungkin jumlah warga miskin akan makin bertambah,” ucapnya.

Editor: Karnadi

Bagaimana Menurut Anda?