BUANAINDONESIA.CO.ID, MUBA -kecamatan Lais kabupaten Musi Banyuasin kembali melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) kecamatan Lais untuk program kegiatan tahun 2019 dengan motto Peningkatan produktifitas sektor unggulan berbasis inovasi dan teknologi dengan memperhatikan aspek kelestarian lingkungan, diruang pertemuan kantor camat Lais, kamis (22/2/18).
Hadir dalam kesempatan itu, anggota DPRD Muba dapil IV H Ahmadi SE, camat Lais Tazarni SSTP MSi, kapolsek Lais AKP Edy Siregar, Danramil Sekayu Kapten Hermanto, sekretaris DPMD Muba Ardiansyah, Kabid Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Bappeda Muba Yuwono Aries, Perwakilan OPD Muba, serta kepala desa dan sekretaris desa sekecamatan Lais.
Dalam kesempatan itu, camat Lais Tazarni SSTP MSi mengatakan, kegiatan musren merupakan ajang menampung aspirasi yang dijaring pemerintah desa, diajukan pada musren kecamatan dan nantinya dibahas pada musrenbang kabupaten. Dirinya juga meminta agar setiap usulan dilampirkan data pendukung.
Tazarni berharap prioritas utama untuk kecamatan Lais adalah enam akses jalan yakni pembangunan jalan menuju desa Danau Cala, jalan bonot desa Lais Utara, jalan simpang Petaling, jalan Pilip 9, jalan simpang Gardu dan jalan Purwosari agar dapat diselesaikan.
Sementara, H Ahmadi mengatakan Musrenbang sebagai forum resmi yang disiapkan menampung aspirasi masyarakat supaya memperoleh akses kebijakan penganggaran pembangunan sesuai kebutuhan masyarakat.
“2018 angaran sudah disahkan, tahun ini kecamatan Lais mendapat anggaran pembangunan cukup besar,” jelasnya.
Dirinya mengharapkan agar pemerintah kabupaten Musi Banyuasin dapat menuntaskan pembangunan infrastruktur yang ada dalam kecamatan Lais.
Berbagai usulan diserap dalam kegiatan tersebut, diantaranya adalah usulan dari kepala desa Teluk Kijing II Margaretha terkait pembangunan kantor koramil di kecamatan Lais, usulan pembuatan Tugu batas kabupaten yang disampaikan oleh kepala desa Teluk Kijing III Yupanzer Ahmad, adanya kantor kas perbangkan di kecamatan Lais atas usulan kepala desa Teluk Imron, termasuk pemasangan pdam di desa Tanjung Agung Utara.
Menanggapi hal itu, Kepala Bappeda Muba drs Yusuf Amilin melalui kabid Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Yuwono Aries mengatakan akan menampung semua aspirasi yang ada.
Musrenbang sesuai dengan undang undang bahwa sebagai persipatif dari bawah. Oleh karena itu keterlibatan stake holder harus hadir, memperhatikan aspirasi masyarakat dan kebetulan Muba sistemnya sudah e-Planing efektif, efisien, tepat sasaran, “waktunya harus jelas kapan harus mengusulkan, kapan selesai sehingga bisa mencapai target indikator RPJM nya pak Bupati,” jelasnya.








