MUARAENIM, Buanaindonesia.com – Memasuki puncak musim kemarau, para petani di Kecamatan Tanjung Agung memilih untuk menunda menanam padi. Para petani khawatir jika memaksakan melakukan penanaman, bibit padi akan mati sia-sia.
Menurut penuturan salah seorang petani, Anri Kennedi (40) mengatakan, Sekarang ini, dirinya belum ada rencana untuk melakukan tanam padi lagi. Dikarenakan, sawah miliknya itu masih kekurangan air akibat dilanda musim kemarau.
“Sementara belum ada rencana mau tanam padi lagi. Karena masih musim kemarau dan cadangan air tidak cukup. Kita tunda tanam dulu,” tutur Anri saat dijumpai disawahnya, Minggu (27/08/2015).
Senada juga diungkapkan petani lain, Sahlan (45), Kendala utama untuk bercocok tanam adalah kebutuhan air yang masih minim. Menurutnya, selama ini para petani juga mendapatkan bantuan pompa sumur untuk mengalirkan air dari sungai ke sawah para petani.
“Memang selama ini ada bantuan pompa air untuk menyalurkan air ke sawah. Namun hal itu harus mengeluarkan biaya juga. Nah itu kendalanya,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala UPTD Pertanian Kecamatan Tanjung Agung, Feri Fachrozi,SIP menjelaskan kebanyakan para petani sekarang ini masih menunda masa tanam karena musim kemarau.
“Beberapa waktu lalu, petani baru saja panen padi, dan sekarang sedang proses pengeringan untuk menjadi beras. Untuk masa tanam lagi, rata-rata petani menunggu ketersediaan air yang memadai, tetapi ada juga petani yang tetap melakukan masa tanam karena kondisi air irigasinya mendukung,” terangnya.
Editor: juan








