Pasal Batu Akik, TNI dan Polri Adu Mulut Hingga Nyaris Bentrok

11.380 dibaca
Suasana di toko King Silver (sabtu 29/08/15) malam. (Poto Aulia)
Suasana di toko King Silver (sabtu 29/08/15) malam. (Poto Aulia)

LUBUK LINGGAU, Buanaindonesia.com- Adu jotos nyaris terjadi antara Polri dan TNI, setelah anggota Polri tersebut protes dengan pengrajin cincin dan batu akik, karena merasa ditipu dan dibela oleh oknum TNI yang membakinginya, Sabtu (29/8) sekitar pukul 18.00 WIB.

Suasana di toko King Silver (sabtu 29/08/15) malam. (Poto Aulia)
Suasana di toko King Silver (sabtu 29/08/15) malam. (Poto Aulia)

Peristiwa yang sempat mengundang penduduk yang berada tidak jauh dari lokasi untuk melihatnya secara dekat itu, terjadi di Jalan Yos Sudarso Kelurahan Taba Koji, Kecamatan Lubuklinggau Timur I tepatnya di toko King Silver di depan Jalan Ceremeh.

Advertisement

Kejadian tersebut sebenarnya tidak terlalu besar, hanya brawalnya Briptu DY yang tidak terima karena batu cincin jenis Kalimaya yang dibelinya seharga Rp 2 juta, rusak setelah digagangi dengan perak seberat 18,33 gram dan dihiasi 33 diamond disekelilingnya.

DY mendatangi toko King Silver pada Sabtu (8/8) lalu dengan membawa serta batu Kalimaya dalam kondisi bagus. Setelah menunggu selama 16 hari akhirnya oleh pihak toko dinyatakan telah selesai dikerjakan, akan tetapi saat DY dan mengeluarkan kuitansi penagihan dengan rincian Rp 550.000 untuk perak, Rp 165.000 harga diamond serta Rp 100.000 sebagai upahnya dengan total keseluruhan Rp 815.000.

“Awalnya saya telah memberikan uang DP sebesar Rp 200.000. Namun saat mengambil cincin tersebut ternyata rusak, untuk itu saya meminta pertanggungjawaban dari pihak toko tapi berupaya menghindar dengan cara berbelit-belit saat ditanya,” kata DY.

Tidak beberapa lama kemudian, dua orang saudara DY yang juga anggota Polri datang, sehingga penjaga toko akhirnya menghubungi atasannya untuk datang. Namun ternyata yang datang adalah anggota TNI yang belakangan diketahui berinisial AR.

Awalnya keadaan masih aman, namun karena DY tetap meminta ganti rugi akhirnya membuat AR berang sampai mengatakan,

“Saya ini TNI kalian Polisi, jadi mau apa,”. DY yang merasa dirugikan oleh pihak toko akhirnya terpancing, sehingga terlibat saling tunjuk, bahkan AR melibatkan KORPS.

Untungnya ada pengunjung lain yang kebetulan berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP), berhasil memelarainya dan akhirnya diputuskan besoknya, minggu  (30/08/15) DY akan kembali ke toko King Silver untuk menanyakan solusi dari masalah tersebut.

Sementara itu pengrajin batu akik di toko tersebut menyampaikan bahwa pemasangan cincin perak yang dihiasi diamond, dikerjakan di Palembang dengan cara diupahkan kepada orang lain.

Bagaimana Menurut Anda?