Laksanakan Rapat Koordinasi Terkait Pelaksanaan Idul Fitri, ini Saranya

1.496 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, BANYUASIN,- Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuasin H. M. Arkan Nurwahidin menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) guna membahas pengamanan dan penegakan Protokol Kesehatan dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah/ 2020 Masehi. 

Rakor melalui Zoom Meeting di Banyuasin ini bertempatkan di Gedung Auditorium Pemkab Banyuasin sekaligus Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 ( Covid-19). Sementara, Rakor bersama Zoom Meeting Video Conference Pemprov Sumsel, berpusat di Ruang Prasetya Polda Sumsel.

Hadir dalam Zoom Meeting di Banyuasin ini Bupati Banyuasin H. Askolani diwakili Wabub H. Slamet Somosentono didampingi  Forkopimda dan Pejabat Daerah serta Sejumlah Anggota  DPRD Kabupaten Banyuasin, Kajari Muh. Jefri, Kapolres Banyuasin, Kodim 0430 Banyuasin, Kakan Kemenag Banyuasin H. M. Arkan Nurwahiddin., Kabag Kesrah H. Salni Fajar., Pol PP, Diskominfo, Dishub, Diskes, MUI Kabupaten Banyuasin, Ketua Baznas H. Mubarri, Ketua PC Muhamadiyah, Ketua PC NU

Rakor di Pimpin Gubernur Sumsel H. Herman Deru didampingi Kapolda Sumsel, Sekda Prov H. Nurhasan Umar, Kakanwil Kemenag Prov Sumsel H. M. Al Fajri dan peserta Rakor lainnya.

Gubernur Sumsel dalam sambutanya,  mengimbau pelaksanaan shalat Idul Fitri (Id) Tahun 1441 H/2020 M di Sumsel dilaksanakan dirumah. Selanjutnya, Surat Edaran akan ditindak lanjuti oleh Kakanwil Kemenag Prov Sumsel dan Kakan Kemenag Kabupaten/ Kota.

“Sejauh ini, dilakukan Pemprov Sumsel himbauan pembuatan Posko Covid- 19 dimasing masing daerah, Himbauan Tidak mudik, dan Memberikan sanksi pelanggaran Protokol Kesehatan. Pemprov Sumsel berpendapat bahwa menghimbau pelarangan untuk berkumpul minimal 10 orang untuk jaga Jarak.” Ucapnya, Rabu. 20/05/20.

Paling tidak, lanjut dia. Penyebaran Covid ini bisa menjadi penghambat bagi kebaikan Masyarakat umumnya. Gubernur Sumsel bahwa kebijakan ini merupakan untuk menyelamatkan menyadarkan umat ataupun masyarakat umum. Setidaknya ada tiga pembagian informasi melalui MUI Pusat yaitu : Zona Merah, Zona Hijau dan Zona Putih. Maka Status Zona Merah dihimbau tidak melaksanakan sholat Berjama’ah sedangkan Zona hijau jangan terlena dan masih dalam pemantauan himbauan petugas protokol Kesehatan mecuci tangan dengan bersih air yang mengalir, memakai masker, Alat Pelindung Diri bagi masjid masjid di Sumsel.

“Kesehatan paling utama, shalat berjamaah tidak dilarang agar untuk tidak dibubarkan oleh Petugas keamanan” tetap mengikuti Peraturan Pemerintah. Jelasnya.

Dikatakannya, Bukanlah Pelarangan Shalat Id Idul Fitri ini tetapi untuk dilaksanakan dirumah saja, serta pelarang mudik bermanfaat untuk pencegahan penyebaran Covid-19 juga berbicara ketahanan Tubuh . Situasi saat ini, Alhamdulillah Stok sembako di Sumsel cukup.

” dikutipan laporan lainnya dihadapan Gubernur Sumsel. Dimana pelaksanaan Sholat Idul Fitri merupan ungkapan kegembiraan bagi umat islam telah melaksanakan Puasa, namun perlu kewaspadaan kerawanan ditengah Situasi Wabah Virus Corona. “Katanya.

Tidak ada larangan shalat berjama’ah, namun memperhatikan larangan PSBB dan perlu disampaikan kepada Masyarakat umum. “Tidak melarang orang sholat, namun melarang orang berkumpul guna Sosial Distandcing / Jaga Jarak, agar jangan di Pelintir Informasi ini untuk kebaikan penerapan Wilayah Zona Merah.”imbuhnya.

Sementara itu, Kakanwil HM. Al Fajri mengatakan penjelasannya adalah ungkapan kegelisahan masyarakat. Jika penyebaran covid-19 melalui pelaksanaan dalam 1 RT melaksanakan shalat di Masjid- masjid, sedang s Mall- mall bisa bebas terbuka memperihatinkan dampak buruknya.

” Penjelasan ini guna semata mata untuk menyangkut penyelamatan umat dari tertular virus Corona Covi-19 bisa terpapar siapa saja.”tukasnya.

Bagaimana Menurut Anda?