Langkah Nyata Jaga Bumi: Menteri Kehutanan dan Pemkab Banyuasin Resmikan Pabriknya Bibit Unggul

255 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID BANYUASIN- Angin sejuk tampaknya siap menyapa tanah Sumatera Selatan lebih sering lagi. Bertempat di Kelurahan Kayuara Kuning, sebuah langkah besar untuk masa depan lingkungan resmi dimulai ketika Wakil Bupati Banyuasin, Netta Indian, bersama Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni, meresmikan Pusat Persemaian Sriwijaya Kemampo pada Jumat (7/8/2026).

Peresmian ini bukan sekadar seremoni seremonial penandatanganan plakat, melainkan sebuah ikhtiar nyata untuk mengembalikan keasrian bumi lewat penyediaan jutaan bibit berkualitas yang bisa diakses langsung oleh masyarakat secara gratis.

Advertisement

​Bagi Kabupaten Banyuasin, terpilihnya wilayah mereka sebagai rumah bagi fasilitas megah ini tentu membawa kebanggaan tersendiri. Netta Indian dengan hangat menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemerintah Pusat dan Kementerian Kehutanan atas kepercayaan yang diberikan. Menurutnya, keberadaan fasilitas modern ini bakal memberikan dampak langsung yang nyata, tidak hanya bagi pemulihan ekosistem dan rehabilitasi lahan kritis, tetapi juga mendongkrak kesejahteraan masyarakat lokal.

Pemerintah Kabupaten Banyuasin, kata Netta, siap pas badan untuk bersinergi memastikan distribusi bibit-bibit unggul ini benar-benar tepat sasaran hingga menyentuh tingkat desa dan kelurahan, sehingga setiap jengkal tanah di Banyuasin bisa semakin hijau dan produktif untuk sektor pertanian maupun agroforestri.

​Semangat serupa juga digaungkan oleh Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, yang menegaskan bahwa langkah ini adalah wujud nyata dalam mengawal program ASRI yang menjadi visi strategis nasional dari Presiden RI Prabowo Subianto.

Dengan membentangkan jaringan hingga 59 tempat persemaian di seluruh penjuru negeri yang terdiri dari 9 pusat skala besar dan 50 unit berkapasitas lebih kecil, Kementerian Kehutanan bertekad membikin desa, kota, hingga kabupaten di Indonesia kembali hijau royo-royo. Khusus untuk Sriwijaya Kemampo sendiri, kapasitas produksinya tidak main-main, yakni mampu melahirkan 5 hingga 10 juta batang bibit per tahun dari atas lahan seluas 60.000 meter persegi, mencakup berbagai varietas mulai dari tanaman kayu-kayuan, tanaman endemik, hingga tanaman estetika guna membentengi flora Indonesia dari ancaman kepunahan.

​Kesiapan fasilitas berteknologi modern ini juga tidak lepas dari buah manis gotong royong antara pemerintah dan dunia usaha, salah satunya melalui kolaborasi erat bersama APP Group. Direktur APP Group, Suhendra Wiriadinata, menyatakan bahwa keterlibatan mereka adalah bentuk komitmen kuat perusahaan untuk berdiri sebagai mitra strategis pemerintah dalam merawat bumi.

Melalui pendekatan produksi modern yang diterapkan di Kemampo, kualitas bibit terjaga ketat sekaligus memperbesar persentase peluang hidup tanaman saat nanti disebar ke tangan masyarakat, komunitas, lembaga pendidikan, hingga jajaran TNI dan Polri. Dukungan penuh pun turut disuarakan oleh Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, yang memandang fasilitas Kemampo sebagai modal sosial yang sangat berharga untuk memperkuat gerakan penghijauan secara masif, memastikan bahwa setiap bibit yang tumbuh hari ini menjelma sebagai investasi oksigen yang subur bagi anak cucu di masa depan.

​

Bagaimana Menurut Anda?