Lubuk Lancang Sukses Gelar Bursa Inovasi Desa

799 dibaca

BUANAINDONESIA. CO.ID, BANYUASIN – Kepala Desa dari Cluster I meliputi Kecamatan Suak Tapeh, Betung, Tungkal Ilir, Rantau Bayur, Banyuasin III, Sembawa, dan Pulau Rimau saling berbagi pengalaman di kegiatan Bursa Inovasi Desa (BID). Kegiatan yang dipusatkan di Gedung Olah Raga (Gor) Desa Lubuk Lancang Kecamatan Suak Tapeh Kabupaten Banyuasin itu berlangsung sukses dan lancar. Pujian dan tepuk tangan para peserta menandai kegiatan yang berjalan lancar sesuai dengan yang dikehendaki panitia

Rusdi Tamrin SH Selaku Ketua Pelaksana Bursa Inovasi Desa dalam sambutannya mengatakan, program BID merupakan upaya pemerintah untuk mewujudkan pembangunan nasional jangka menengah, secara berkualitas guna mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) dan desa yang berkualitas agar mampu berkompetisi.

“BID ini untuk menjembatani pelaku inovasi dalam gerak pembangunan desa. Memperkenalkan inovasi masyarakat secara luas dan sebagai ruang komunikasi,” Kata Ketua Panitia BID Rusdi Tamrin dalam sambutannya, Kamis (08/07),

Peserta yang hadir terdiri dari 7 Kecamatan yakni Suak Tapeh, Sembawa, Betung, Banyuasin III, Pulau Rimau, Rantau Bayur serta Tungkal Ilir. Masing-masing desa mengirimkan setidaknya tiga orang peserta yang terdiri dari kepala desa dan perangkat serta tokoh masyarakat.

“Alhamdulillah, kegiatan hari ini berlangsung lancar dan dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Banyuasin Pakde Slamet. Ada 121 Desa yang terdaftar mengikuti kegiatan BID Claster I, kami berharap ini akan melahirkan inovasi stimulan bagi desa-desa yang hadir,” tutur dia.

Dikesempatan itu Camat Suak Tapeh Sashadiman Ralibi S.Ag M.Si menyampaikan rasa syukur pada Allah SWT di dalam pelaksanaan Bursa Inovasi Desa Cluster 1 Kabupaten Banyuasin sukses dilaksanakan.

“Kecamatan Suak Tapeh terpilih sebagai tuan rumah yang tergabung meliputi tujuh kecamatan. Bursa Inovasi Desa sebagai langkah strategis penyebaran dan pertukaran inovasi,” papar dia.

Kedepan desa dapat menata pembangunan dengan terus mengembangkan inovasi yang ada. Agar dapat melahirkan pembangunan yang inovatif, kewirausahaan, peningkatan ekonomi, serta berujung pada kesejahteraan masyarakat, menuju Banyuasin Bangkit Adil dan Sejahtera.

“Terimakasih kami sampaikan atas kontribusi semua pihak, mulai dari pendamping desa, pendamping lokal desa hingha ke Dinas PMD baik kabupaten maupun provinsi. Suak Tapeh siap jika ada kegiatan berikut-berikutnya sebagai tuan rumah,” ungkap Mantan Kasubag TU Kemenag Muratara ini.

Sementara itu, Bupati Banyuasin H Askolani SH., MH melalui  Wakil Bupati Banyuasin H Slamet Soemosentono mengatakan, BID sebagai forum untuk penyebaran inovasi yang didapat masing-masing desa, untuk bertukar saran dan pendapat mengenai Inovasi yang dimiliki.

Hasil hari ini lanjut Wabup, diharapkan bisa dikembangkan di desa yang ada di Bumi Sedulang Setudung. Semua peserta dapat mengadopsi dan merealisasikan di desa masing-masing. Pemerintah melalui Kemendes telah menetapkan skla prioritas pembangunan desa.

“Untk trus memotivasi pengembangan BID, dengan berkerjasama dengan pendamping desa terhadap pembangunan desa, merubah kebiasaan menjadi inovasi yang berdampak pembangunan ekonomi dan kesejahteraan,” pungkas dia.

Bagaimana Menurut Anda?