Mayora Bantah Limbahnya Cemarkan Air, Sebabkan Ikan Mati

20.956 dibaca

BANYUASIN, Buanaindonesia.com – Carles ST, Factory Manager PT Tirta Fresindo Jaya kelurahan Sukamoro kecamatan Talang Kelapa Banyuasin membantah jika pencemaran air parit di belakang pabrik dari salah satu divisi Mayora Group, yang menyebabkan ikan-ikan mati, bersumber dari limbah pabrik tempat kerjanya.

Baca: Aliran Parit di Belakang Mayora Kabupaten Banyuasin Tercemar Ikan Banyak Mati

Advertisement

Dalam keterangannya Carles menyebut-nyebut PT Sukses Alam Segar, bisa juga menyebabkan tercemarnya air. Sebab pihak perusahaan itu pada pagi hari melakukan pengurasan bak penampungan air. Air kurasan bak itu juga dibuang ke parit yang sama.

“Aliran paret itu, bukan hanya dari pabrik kita (Mayora red) saja. Tapi dari rumah-rumah penduduk dan PT SAS (Sukses Alam Segar). Disini ada dua perusahaan. Satu Mayora satunya lagi PT SAS” kata Carles saat ditemui dikantornya jum’at (16/09/16).

Ditegaskan carles, pihaknya menjamin bahwa pencemaran air yang menyebabkan ikan-ikan mati bukan berasal dari limbah perusahaan Mayora Goup. Sebab, dalam pengelolaan limbah di perusahaan itu sudah sesuai dengan aturan.

“Tiap tiga bulan selalu dicek oleh Badan Lingkungan Hidup Provinsi dan dilaporkan ke Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuasin. Bahkan, hari ini sudah dicek dan hasilnya bagus,” imbuh Carles.

Meski demikian carles mengakui bahwa perusahaannya memang menghasilkan limbah. Sebab, memproduksi teh pucuk harum dan Kopi Cup. sedangkan PT SAS di daerah itu hanya menampung air.

“Perusahaan ini namanya PT Sukses Alam Segar. Salah satu divisi beverge dari Mayora Group. Memproduksi Teh Pucuk Harum dan Kopi Cup.” imbuhnya. Sembari menambahkan bahwa pihak BLH Banyuasin baru saja melakukan pengecekan limbah dan hasilnya telah memenuhi baku mutu.

Bagaimana Menurut Anda?