OI Minim Penyuluh KB

13.156 dibaca

OGAN ILIR, Buanaindonesia.com- Jumlah tenaga penyuluh Keluarga Bencana (PKB) di Kabupaten Ogan Ilir menyisakan enam petugas penyuluh KB, akibat minimnya petugas ini membuat pihak Badan Kependudukan Keluarga Berencana Daerah (BKKBD) memaksimalkan Petugas Pembantu Keluarga Berencana Desa (PPKBD) dalam mencapaikan program ke masyarakat.    

Kepala BKKBD Kabupaten Ogan Ilir, Edy Khaidir mengungkapkan awal berdirinya Kabupaten Ogan Ilir, jumlah petugas penyuluhan KB berjumlah 24 penyuluh, sering waktu jumlah PKB mengalami penurunan disebabkan oleh beberapa hal yang mendasar, antara lain: memasuki usia pensiun, mutasi ke SKPD lain di lingkungan Pemda, dan mendapat promosi jabatan tertentu.

Advertisement

“Berkurangnya jumlah PKB tersebut tidak diimbangi dengan penambahan atau rekrutmen PKB karena untuk penambahan tergantung dari kebijakan otonomi daerah,” kata Edy, saat ditemui dikantornya kamis (38/05/15)

Masih kata dia, Hingga saat ini Kabupaten Ogan Ilir masih kekurangan PKB. Idealnya satu orang penyuluh KB maksimal melayani dua desa, namun pada kenyataannya saat ini seorang penyuluh KB harus menangani lebih dari batas maksimal.

“Padahal petugas penyuluh KB yang berada di lapangan merupakan ujung tombak untuk memotivasi masyarakat agar menjadi peserta KB aktif.  Dengan tujuan untuk menekan laju pertumbuhan penduduk yang semakin tinggi,” ujarnya.

Lebih Lanjut dikemukakan Edy, Berbagai upaya yang dilakukan BKKBN untuk memperkuat lini lapangan, antara lain, peningkatan dukungan operasional penggerakan lini lapangan, mencapai program baik dari pusat maupun daerah kepada masyarakatnya.  Diantaranya dengan menempatkan  tenaga sukarelawan yakniPetugas Pembantu Keluarga Berencana Desa (PPKBD) di 241 Desa di 16 Kecamatan di Ogan Ilir.

“Mereka inilah yang kita maksimalkan di setiap desa agar tujuan untuk menekan laju pertumbuhan penduduk di Kabupaten Ogan Ilir,” tutupnya. (Yuhermi)

Bagaimana Menurut Anda?