
BUANAINDONESIA.CO.ID, BANYUASIN – Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Banyuasin Nomor urut 5 H Askolani-H Slamet segera melunching program satu Kepala Keluarga (KK) Petani, Nelayan dan Peternak satu ekor sapi. Program yang diberinama 1 KK PETANI 1 SAPI ini sebagai bentuk komitmen Solmet untuk mensejahterakan masyarakat Banyuasin demi terwujudnya Banyuasin Bangkit Adil dan Sejahtera 2018-2023.
Calon Bupati H Askolani mengatakan, program Satu Kepala Keluarga Satu sapi ini di khususnya untuk masyarakat miskin hingga keluarga kelas menengah, dengan terfokus kepada para petani, nelayan dan peternak. “Insyaallah bulan Mei 2018 ini akan kami lunching, saat ini masih dalam tahap pematangan perencanaan dan konsepnya, “katanya didepan awak media saat makan siang bersama di Pasar Kuliner Pangkalan Balai, Selasa, (24/4)
Masyarakat yang ikut program ini terang Askolani silahkan mengisi formulir yang disediakan dan mereka nanti akan diberi Kartu Banyuasin Sejahtera (KBS).
Dalam skemanya nanti terang Askolani akan dibentuk kelompok ternak dimana dalam 1 kompok ada 15 sampai 20 Kepala Keluarga. Jadi kalau kelompok ternak terdiri dari 15 KK artinya dalam kelompok itu ada 15 sapi.
“Setiap kelompok Sapi idukan 80 persen dan sapi jantan 20 persen sehingga sapi bisa berkembang biak, dengan skema bagi hasil anggota kelompok, ” jelas suami Hj Heriyati ini.
Perlu diketahui terang Askolani, Lebih dari 52,2 persen masyarakat Banyuasin bermata pencaharian petani, peternak dan nelayan. Maka pintu gerbang untuk mensejahterakan masyarakat Banyuasin adalah dengan mensejahterakan petani.” Petani di Banyuasin tidak bisa hanya mengandalkan satu komoditi saja untuk menopang hidup, selain bertani dan berkebun petani harus bisa memelihara hewan ternak yang dalam istilah dalam pertanian disebut Mix Farming, “kata Mantan Ketua Kadin Pertama Kabupaten Banyuasin ini.
Pasangan calon nomor urut 5 Askolani-Slamet membuat program 1 KK 1 Sapi untuk petani tujuannya, dengan memelihara seekor sapi setiap KK, ini berarti petani akan memiliki pabrik pupuk sendiri yaitu berupa pupuk organik. Pupuk organik ini bermanfaat untuk memperbaiki kesuburan tanah dan tidak berdampak negatif kepada manusia.Program 1 KK 1 Sapi ini juga akan mengembangkan agrobisnis peternakan sapi potong, peternakan sapi untuk menunjang percepatan pembangunan Banyuasin. “Penyebaran sapi pada kawasan terpadu, program integrasi dengan tanaman, dan program lain sehingga Banyuasin akan menjadi lumbung daging nasional dalam waktu tiga tahun kedepan, “tandasnya.









