Pasca Suara Letusan Senpi, TNI-Polri Olah TKP Bersama

12.322 dibaca

LUBUKLINGGAU, Buanaindonesia.com- Pasca suara letusan senjata api diduga terjadi antara aparat TNI Kodam III Siliwangi dan anggota Polres Muara Enim serta Polres Lubuklinggau. Jumat (14/11) sekitar pukul 23.30 WIB. Sehingga, pihak TNI dan Polri menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) didua lokasi.

Lubuk Linggau Timur-20151116-00181Lokasi pertama dimulai pukul 09.00 WIB di Jalan Jenderal Ahmad Yani Kelurahan Jogoboyo Kecamatan Lubuklinggau Utara II tepatnya di warung waralaba Alfamart. Awal letusan senjata api. Lalu, Rumah Sakit Siti Aisyah di Jalan Pembangunan Kelurahan Air Kuti Kecamatan Lubuklinggau Timur I depan Aspol Polres Lubuklinggau.

Advertisement

Dilokasi olah TKP‎ dijaga ketat aparat kepolisian, TNI dan Polisi Militer (POM). Lokasi diberi garis police line hanya tim Puslabfor dan POM TNI yang bisa masuk di lokasi olah TKP sedangkan yang lain melihat dari luar garis police line. Untuk tim Puslabfor dilengkapi dengan jaket rompi bertuliskan Inafis dan berkerja di lokasi menggunakan alat ukur metalurgi, metal detector dan peralatan box pendukung olah TKP.

Di lokasi penembakan tepatnya di warung waralaba juga diletakkan mobil Daihatsu Terrios warna hitam nomor polisi (nopol) D 1824 AAD mengarah ke arah selatan.

Lalu datang mobil Toyota Innova warna hitam BG 2794 LG diduga berisi sembilan orang anggota buser masuk ke halaman parkiran warung waralaba Alfamart melintang ke arah didepan mobil Daihatsu Terrios.

Tidak lama kemudian datang mobil ‎dua mobil Toyota Avanza warna hitam BG 2152 HE. ‎Lalu ada mobil Toyota Innova warna coklat B 1379 NKX yang berada dibibir kiri Jalan A Yani depan Alfamart. Beberapa saat kemudian terjadi suara letusan senjata api.

Olah TKP sendiri dari pihak Mabes Polri dipimpin Kombes Pol, Rahmad dan Kabid Profam Polda Sumsel, Kombes Pol Hendro Wahyudin. Sedangkan, Kapolres Lubuklinggau, AKBP Ari Wahyu Widodo yang berada di luar garis police line melakukan pengamanan.

Sedangkan tim olah TKP aparat TNI dipimpin langsung Danden Inteldam II Sriwijaya, Letkol Inf M Tohir dan Dansubdenpom II-5 Lubuklinggau, Kapten Inf Saripudin melakukan pengamanan.

Tidak ada keterangan resmi yang dikeluarkan aparat kepolisian maupun TNI dan Denpom. Para petugas yang bekerja hanya lakukan pengukuran dan pencarian diduga sisa proyektil di lapangan menggunakan alat metal detector.

Hal senada ketika di lokasi olah TKP Rumah Sakit Siti Aisyah tampak dijaga ketat sekitar pukul 11.00 WIB.

Penjagaan ketat juga dilakukan‎ aparat kepolisian, TNI dan POM. Di lokasi parkiran yang diduga tempat kejadian perkara (TKP) juga ditutup dengan garis police line. Hanya tim olah TKP dari TNI, Mabes Polri, Polda Sumsel dan POM TNI. Sedangkan di parkiran halaman RSU Siti Aisyah tim identifikasi. Dimana tim identifikasi menghadirkan sejumlah orang yang diduga mengetahui kejadian itu. Seperti Kabag Ops, Kompol Dwi Prasetyo, Kasat Reskrim, AKP Arif Mansyur dan Kanit Intel, Ipda Asri.

Tim identifikasi gabungan melakukan olah TKP selama satu jam. Setelah selesai tim bubar karena telah selesai melakukan olah TKP.

Kepala Bidang (Kabid) Polda Sumsel, Kombes Pol Hendro Wahyudin mengatakan, olah TKP untuk melengkapi fakta dan para awak media diharap menunggu informasi lebih lanjut dari pimpinan. “Intinya, kita melengkapi fakta saja karena sekarang masih proses. Belum ada sama sekali. Tunggu saja dari pimpinan ya,”pungkasnya.

Editor : Juan

Berita terkait

Penembakan Anggota TNI di Lubuklinggau Diduga Diawali Kasus-Penculikan

Bagaimana Menurut Anda?