Peningkatan Ruas Jalan Dikeluhkan, Kejari Diminta Turun

13.711 dibaca
Peningkatan Ruas Jalan Dikeluhkan, Kejari Diminta Turun
Tampak debu selimuti ruas jalan Rioseli

BUANAINDONESIA.CO.ID, BANYUASIN – Masyarakat Kelurahan Pangkalan balai, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, Sumsel. Yang jalannya mendapatkan peningkatan ruas jalan, tepatnya di Jalan Rioseli, Thalib wali, dan Cahaya Intan Kelurahan setempat mengeluhkan debu putih dan pekat yang dihasilkan oleh sisa cor molen milik PT. Mitra Sekawan Sejati, dengan masa pengerjaan selama 150 hari, diketahui dana anggaran peningkatan ruas jalan tersebut berkisar Rp. 5,149,744,799,26-, dari Dinas Pemukiman dan Pertambangan Banyuasin, dikhawatirkan dari debu yang bertebaran saat kendaraan melintas dapat menimbulkan penyakit paru-paru terutama penyakit Tuberculosis (TBC)

Banyaknya debu putih itu Diduga karna standar semen yang dicorkan dibawah K 250 sehingga menimbulkan debu, masyarakat berharap, pihak terkait dapat melakukan pengecekan terhadap proyek tersebut, baik perhatian terhadap kesehatan warga maupun dugaan Cor yang diduga dibawah K 250.

Advertisement

“Selama pengerjaan peningkatan ruas jalan didepan rumah saya ini, debu dimana-mana, bahkan genteng dan daun tumbuhan kami saja sudah berwarna putih dengan tekstur kasar seperti semen ketika kita pegang”. Ucap, Dedy Warga Jalan Rioseli, saat dibincangi. Selasa. 26/09/17.

Dirinya menduga, debu bertebaran tersebut akibat dari Cor molen yang tidak sesuai standar. “Saya sedikit banyak tahu juga untuk kriteria cor molen, kalau standar Bagus dan mahal tidak menghasilkan debu, dan saat terkena air hujan tidak akan berbintik- bintik, bahkan kondisinya bisa lebih awet dibandingkan , contoh saja. K 225 Itu biasa digunakan untuk membangun gedung, K 250 untuk membangun Jembatan yang bisa menampung beban ribuan ton, nah Jalan kita ini saya rasa K 16 “ujarnya,

Masih dikatakannya, coran jalan menghasilkan debu tersebut diakibatkan bukan dari Adukan yang berstandar.”Pengecoran jalan ini dugaan saya, Mil semen atau debu semen, kalau semen asli dia tidak menghasilkan debu, kan banyak di Pabrik semen tersebut limbah semen, mungkin langsung saja mereka aduk”cetusnya.

Dirinya berharap, pihak kesehatan Banyuasin dan Kejari Banyuasin untuk dapat turun melihat kondisi jalan yang dibangun.”Saat ini sudah ada yang alami batuk, maka Dari itu saya minta pihak kesehatan untuk cepat tanggap terhadap kesehatan masyarakat, jangan sampai jatuh korban baru sibuk, dan saya minta kepada penegak hukum agar dapat menyelidiki peningkatan jalan tersebut”. harapnya.

Sementara, Salah satu kontraktor Banyuasin yang tidak mau namanya disebutkan mengatakan ketika dimintai keterangannya terkait dugaan masyarakat tersebut, bahwa hal tersebut memang terlihat tidak wajar mengingat anggaran yang besar. “Ya kita baru sebatas menduga saja dahulu, memang benar kalau standar cor molen itu untuk kualitas terbaik itu K 250 atau K 225, kalau K 175 sudah tidak terlalu Bagus hasilnya”ucapnya.

Dijelasknnya, harga dari spek hotmix tersebut terdapat variasi sesuai dengan kualitas.”Kalau K 250 satu mobil setahu saya 2 juta ,K 225 harganya 1 juta 300, dan K 175 bisa 900 ribu, nah rata-rata kalau proyek diatas 200 juta biasanya di RAB menggunakan K 250,”jelasnya.

Bagaimana Menurut Anda?