BUNAINSUMSEL.COM, BANYUASIN – Penyu raksasa terdampar di perairan Banyuasin, yang ditemukan warga Sako Makmur kecamatan Sembawa beberapa hari lalu akhirnya dievakuasi oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan. Rabu (02/10/16).
Evakuasi penyu dengan nama latin Chelonia mydas (penyu hijau) itu dilakukan rabu (02/10/16) sekitar pukul 15.00 wib. Hadir Kasi Analis Data pengawetan dan pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar, Doni Priana Muslihat.
Doni mengatakan, penyu hijau yang terdampar di perairan Banyuasin lalu ditemukan warga Sako Makmur kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin, sudah beradaptasi dengan kondisi Air Payau. Sebab beberapa hari bisa bertahan hidup.
“Kejadian ini bisa terjadi karena, menurut Kades Sako Makmur, penyu dibawa langsung oleh air pasang laut dan menyesuaikan diri di perairan ini,” Kata Doni disela-sela mengevakuasi penyu tersebut.
Menurut Doni, penyu Chelonia mydas (penyu Hijau) sendiri satu satunya penyu terbesar dari seluruh jenis penyu.
“Kedepan penyu tersebut akan dilepas ke laut. Kalau arahan kepala Balai Penyu tersebut diserahkan ke seksi berbak Taman Nasional (TN) Sembilang Sumsel. Soal titik dilepasnya penyu masih menunggu arahan kepala Balai. Penyu Chelonia mydas (penyu hijau) tergolong dilindungi Undang-undang,”jelas Doni.
Menurut Doni, kriteria binatang dilindungi ada beberapa kriteria salah satunya karena endemik, terancam punah memang perkembangbiakannya sedikit, susah berkembang biak, terutama diburu.
“Untuk jenis penyu hijau jumlahnya sudah menurun saking drastisnya akibat diburu. Begitu juga untuk telur penyu hijau sudah banyak diambil dan di jual belikan sehingga semakin lama semakin berkurang tidak menutup kemungkinan lama-lama punah,” jelas Doni.
Masih dikatakan Doni, untuk habitat penyu Chelonia mydas (penyu hijau) disumsel tidak tahu persis dikepulauan mana.Tetapi, di kepulauan Bangka Belitung memang disana habitatnya.
“Kemungkinan berpindahnya penyu hijau tersebut, saat terjadi air pasang laut, penyunya masuk dalam sungai, kemudian ketemu air payau yang cocok di sini akhirnya sampai di sini kemudian ditemukan pak Jito.”tukasnya.










