BUANAINDONESIA, BANYUASIN – Perbaikan Jalan Lintas Timur (Jalintim) Palembang -Jambi, Kabupaten Banyuasin, Sumsel. Mendapatkan keluhan dari masyarakat. pasalnya, perbaikan yang berada di titik Kecamatan Talang kelapa, Banyuasin III, Suak tapeh dan Betung itu menghasilkan debu tebal, sebab sebagian kerusakan, baru hanya ditutupi pasir. Akibatnya, debu pasir menganggu pandangan para pengendara, sehingga dapat mengganggu inspeksi saluran pernapasan.
Disisi lain, jalan yang menjadi wewenang Balai besar tersebut, perbaikannha malah dapat menghasilkan lobang,-lobag kecil membesar. sebab, jalan hanya baru ditambal sulam, serta sebagian hanya ditutup pasir. sementara, kendaraan yang lalu lalang di jalan itu, satu kendaraannya bisa mencapai puluhan ton.
Warga berharap perbaikan jalan tidak di perlambat. agar jalan Negara tersebut tidak menghasilkan lobang besar dan debu jalanan.
“Menurut kami sebagai warga Pangkalan balai, Jalan Negara ini tidak wajar lagi kalau hanya di tambal sulam, harusnya dicor lalu di aspal, sebab kapasitas mobil yang melewati jalan Lintas Timur (Jalintim) Palembang -Jambi ini puluhan ton, Ucap, Farizal Warga Pangkalan balai saat di bincangi, Minggu, (23/04/17).
Ditambahkannya, pengerjaan tambal sulam bukannya membuat jalan semakin bagus, namun kondisi jalan semakin rusak dengan ditambah debu.
“Pendapat kami sebagai warga, Balai besar kalau memperbaiki jalan harus profesional lah, sebab banyak kami temui lobang yang digali namun ditinggalkan begitu saja, setelah koralnya berhamburan dan debunya banyak baru sedikit-sedikit di beri aspal, kan tidak bagus kalau begitu, “ujarnya.
Senada dikatakan, Paijer pidin, Ketua RT 23, Suak bara Kelurahan Kedondong raye, Kecamatan Banyuasin III, dirinya mengaku bahwa akibat galian dan aktifitas perbaikan jalan tersebut banyak warganya mengeluh sesak nafas.
“Kalau warga saya sudah ada yang mengeluh akibat debu jalan tersebut, belum lagi banyak anak kecil disekitar RT saya ini, “ucapnya.
Dirinya meminta Balai besar untuk segera mempercepat pengerjaan Jalan yang mereka lakukan, mengingat warga sudah tidak tahan dengan debu yang berterbangan.
“Saya mewakili warga, meminta kepada Balai besar Sumsel untuk dapat mempercepat proses pengerjaannya, sebab warga dan saya pribadi sudah tidak tahan menghirup udara kotor dari aktifitas perbaikan jalan mereka, dan menurut saya tambal sulam tidak tepat bila dilakukan di Jalan negara ini”imbuhnya.
Akibat dari banyaknya debu jalanan tersebut, dirinya meminta kepada Dinas Kesehatan untuk dapat membagikan masker.
“Kami juga berharap agar balai besar dapat menyiram jalan yang mereka gali, dan Dinas Kesehatan dapat membagikan masker kepada warga dan pengendara” tukasnya.










