BUANAINDONESIA.CO.ID OKUS– Suasana tenang di Dusun V, Desa Segigok Raya, Kecamatan Warkuk Ranau Selatan, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, mendadak berubah duka. Muin (60), seorang petani yang sehari-hari menghabiskan waktunya menggarap kebun, meninggal dunia setelah diduga menjadi korban pembacokan oleh tetangganya sendiri, Kamis (23/7/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.
Peristiwa tragis itu diduga bermula dari percakapan biasa di rumah pondok korban. Berdasarkan informasi yang dihimpun, terduga pelaku, Edi Wahono (35), datang untuk berkunjung dan sempat berbincang dengan korban.
Namun, obrolan keduanya diduga berubah menjadi ketegangan setelah muncul ucapan yang membuat pelaku tersinggung. Korban kemudian disebut sempat mendorong pelaku hingga ke pintu belakang pondok. Saat hampir terjatuh, pelaku diduga mengambil sebilah parang lalu mengejar korban.
Korban berusaha menyelamatkan diri, namun beberapa kali sabetan parang mengenai tubuhnya hingga ia terkapar bersimbah darah di halaman depan pondok.
Petugas kesehatan dari Puskesmas Warkuk Ranau Selatan yang melakukan pemeriksaan menyatakan korban meninggal dunia akibat luka-luka serius yang dideritanya. Korban mengalami luka sayatan di leher, luka pada telapak tangan kiri, luka di bagian perut, serta luka di kepala dan bagian belakang kepala.
Mendapat laporan kejadian tersebut, personel Polsek Banding Agung langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memasang garis polisi, mengamankan barang bukti, dan meminta keterangan sejumlah saksi.
Pada malam harinya sekitar pukul 22.30 WIB, Kapolsek Banding Agung Iptu Wilson Hutahaean, S.H., didampingi Kanit Reskrim Ipda Rahmad Ardiyansah, S.E., bersama anggota berhasil menangkap terduga pelaku di pondok miliknya.
Pelaku diamankan tanpa perlawanan dan langsung dibawa ke Mapolsek Banding Agung untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa sebilah parang yang diduga digunakan dalam aksi tersebut, pakaian pelaku, serta pakaian korban yang berlumuran darah.
Tim Inafis Polres OKU Selatan telah melakukan identifikasi terhadap jenazah korban. Sementara itu, pihak keluarga menyatakan tidak bersedia dilakukan autopsi.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, motif dugaan pembunuhan dipicu kesalahpahaman dalam percakapan yang berujung pertengkaran hingga aksi kekerasan.
Kapolsek Banding Agung mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Polres OKU Selatan, Pemerintah Desa Segigok Raya, serta tokoh masyarakat guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif pascakejadian.










