BANYUASIN, Buanaindonesia.com – Meski jumlah hasil perikanan di Kabupaten Banyuasin terbilang melimpah, namun hal itu belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di Bumi Sedulang Setudung. Buktinya, untuk konsumsi dan kebutuhan benih ikan, Banyuasin masih mengimpor dari daerah lain, misalnya benih ikan dari Lampung.
Hal itu diungkapkan Ketua KTNA Banyuasin, Sukardi SP saat melakukan anjangsana ke lokasi budidaya ikan lele terpal di Desa Sako Kecamatan Rambutan. Sukardi menjelaskan masih cukup bergantungnya pemerintah dengan daerah lain, mengingat Banyuasin belum sanggup meemproduksi sendiri kebutuhan, baik untuk konsumsi maupun untuk benih budidaya ikan.
“Sebab masyarakat kita ini masih cenderung melakukan tangkapan ikan, belum begitu banyak yang mulai membudidayakan. Makanya kita masih impor ikan dan benih, misalnya dari Lampung. Untuk itulah, dengan budidaya kolam terpal ini dapat memenuhi kebutuhan, paling tidak untuk kebutuhan keluarga dahulu. Cukup bagus dikembangkan, tentunya budidaya kolam terpal di Desa Sako ini perlu ditularkan dengan masyarakat lainnya,” terang Sukardi.
Sementara itu, Kepala BP3K Kecamatan Rambutan, Rifai SP menjelaskan jika masyarakat di Kecamatan Rambutan ini sudah mulai melirik budidaya ikan kolam terpal, yakni ikan lele dan nila. Dirinya cukup optimis jika lima tahun ke depan akan mampu meledak dan mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan yang selama ini masih bergantung pada hasil tangkapan.
“Potensi perikanan di Kecamatan Rambutan ini cukup menjanjikan, selain ada nelayan tangkap ada juga yang mulai mengembangkan kolam terpal, lele dan nila. Pastinya jika ini serius, kami yakin lima tahun lagi akan sangat berhasil dan akan makin #booming#,” ujarnya.
Editor: Karnadi








