Progres Pengerjaan Jembatan Rantau Bayur Selesai Akhir Tahun

4.063 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, BANYUASIN – Pembangunan Jembatan Rantau bayur yang terletak di Desa Tebing abang, Kabupaten Banyuasin kini sudah menunjukan progres yang cukup baik, diperkirakan proses pengerjaan pembangunan jembatan tersebut sudah 60%,

Besman Tamopubolon Humas PT. Karya Sumber KSO, mengatakan sejauh ini pembangunan jembatan menghubungkan dua Kabupaten di Sumsel ini sudah 60%, dengan didukung oleh bahan material yang cukup, namun Besman mengaku masih ada kendala yang harus dihadapai dalam proses pengerjaan.

Advertisement

Kata Basman, Kendala cuaca, “untuk material pipa baja, batu, pasir, semen, besi, papan, pliut, semua aman. ditargetkan akhir tahun pembangunan berjalan sesuai rencana, sehingga proses pengerjaan di kebut. Agar pembangunan jembatan segera selesai.”harapnya Jumat, 4/12/20.

” Untuk mempercepat proses pekerjaan kami mempekerjakan tenaga kontruksi dengan 60 orang dibagi dua shift, dan puji syukur tidak ada kendala meski kemarin ada insiden kecil, namun itu bisa diatasi, dan palingan kendala kita di cuaca. “Ucapnya. Jumat, 4/12/20.

Pihaknya mengatakan, untuk mempercepat proses pengerjaan pembangunan jembatan digunakan 60 orang pekerja, dan mereka optimis pondasi akan selesai di akhir tahun 2020 ini.

“Kita pekerjakan 60 orang, dibagi siang dan malam 30 untuk siang, dan 30 untuk malam, untuk malam pasang mal, pembesian/pasang besi, dan cor beton untuk cor beton kita melihat kondisi cuaca kalau hujan malam kita laksanakan siang, kalau siang las besi sebab tidak ingin menganggu istirahat warga, dan kami hanya mengerjakan sebatas pondasi saja, untuk 2021 kita menunggu proses dari PUTR, Jembatan ini mempunyai tahapan dalam pembangunannya, kami hanya sebatas mengerjakan pondasi,” tegasnya.

Terpisah, tokoh masyarakat Desa Tebing abang, Kecamatan Rantau bayur Kabupaten Banyuasin, Golok Masohan mengatakan pihaknya meminta agar Pimpro dari PU TR Banyuasin aktif dalam menjalankan pengawasan pembangunan di Kecamatan Rantau bayur.

” Mereka jarang hadir di proyek ini, harusnya aktif terutama ketika perakitan besi pihak Dinas harus ada di lapangan, itu kewajiban dari PU untuk hadir,

Ditambahkannya, adanya jembatan yang meghubungkan dua Kabupaten tersebut dapat mempermudah masyarakat dalam beraktivitas baik komunikasi dan mengangkut alat pertanian serta perkonomian.

“Yang jelas, saya rasa 85% berdampak ke perkonomian masyarakat karena lancarnya trasnporasi masyarakat, saya berharap 2021 jembatan ini sudah bisa dinikmati masyarakat, jangan sampai mangkrak lagi,” Ujarnya.

Bagaimana Menurut Anda?