PTBA Raih Proper Emas Ke-7 dari KLHK RI

918 dibaca
Wakil Presiden Republik Indonesia KH Ma’ruf Amin didampingi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya saat menyerahkan Proper Emas kepada Direktur Utama PTBA Arviyan Arifin, bertempat di Istana Wakil Presiden
Wakil Presiden Republik Indonesia KH Ma’ruf Amin didampingi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya saat menyerahkan Proper Emas kepada Direktur Utama PTBA Arviyan Arifin, bertempat di Istana Wakil Presiden

BUANAINDONESIA.CO.ID, MUARA ENIM – PT Bukit Asam Tbk kembali menerima penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (Proper) kategori Emas untuk Unit Pertambangan Tanjung Enim (UPTE) dan kategori Hijau untuk Unit Pelabuhan Tarahan (Peltar) PTBA dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI.

Penghargaan Proper Emas ini diserahkan Wakil Presiden Republik Indonesia KH Ma’ruf Amin didampingi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya kepada Direktur Utama PTBA Arviyan Arifin, bertempat di Istana Wakil Presiden, Rabu (08/01/2020).

Dengan diraihnya Proper Emas kembali pada tahun ini, menjadikan Bukit Asam sebagai perusahaan tambang batu bara yang berhasil meraih Proper Emas tujuh kali berturut-turut sejak 2013.

Melalui penghargaan ini, Unit Pelabuhan Tarahan Bukit Asam juga berhasil meraih Proper Hijau kedua kalinya sejak 2018.

Direktur Utama PTBA Tbk Arviyan Arifin melalui Sekretaris Perusahaan Suherman mengatakan, sepanjang 2018 hingga 2019, Bukit Asam melakukan berbagai pemberdayaan masyarakat dan lingkungan disekitar wilayah operasional perusahaan. Berbagai pemberdayaan ini terus dilakukan secara berkelanjutan dan konsisten sehingga memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan.

“Berbagai program pemberdayaan unggulan terus dilakukan secara konsisten oleh Bukit Asam di UPTE dan Peltar, diantaranya Eco-Edu Zoo Park dan Kampung Batik Kujur Ramah Lingkungan di UPTE dan Kapal Pendidikan Pulau Tegal di Peltar,” ucap Suherman.

Melalui Eco-Edu Zoo Park, lanjutnya, Bukit Asam menyulap lahan bekas tambang menjadi kebun binatang mini dan jogging track untuk masyarakat. Dalam pengelolaannya, Bukit Asam menggandeng pemuda yang berada disekitar perusahaan untuk mengedukasi mengenai satwa dan lingkungan kepada para pelajar dan masyarakat.

“Selain itu, melalui kebun binatang mini ini, Bukit Asam juga bermaksud untuk mengkonservasi flora dan fauna, serta mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya keseimbangan ekosistem dengan menjaga lingkungan,” lanjut Suherman.

Program lain yang dilakukan Bukit Asam, paparnya, adalah Kampung Batik Kujur Ramah Lingkungan di Tanjungenim. Melalui Kampung Batik Kujur ini, Bukit Asam berupaya untuk melestarikan warisan budaya dan kearifan lokal melalui motif batik yang digunakan serta menciptakaan kesejahteraan bagi masyarakat dengan bergabung di Kampung Batik Kujur.

“Dengan menggunakan motif batik yang berasal dari kearifan lokal, motif-motif ini dibuat di atas kain dengan bahan alami. Pewarnaan untuk batik pun menggunakan warna alami dari tanaman seperti mengkudu, jengkol, dan secang,” tambahnya.

Kampung Batik Kujur, ungkap Suherman, saat ini telah mampu memproduksi 200 lembar kain batik per harinya serta meningkatkan perekonomian bagi warga yang bergabung dalam Kampung Batik Kujur ini.

Sementara itu di Peltar, katanya, pemberdayaan untuk masyarakat salah satunya dilakukan melalui program Kapal Pendidikan untuk Pulau Tegal. Dengan adanya kapal pendidikan ini, dapat memudahkan guru untuk berangkat dan pulang mengajar di Lembaga Pendidikan PKBM Pesona Pulau Tegal.

“Tak hanya itu, adanya Kapal Pendidikan ini juga sebagai wujud dukungan Bukit Asam untuk pendidikan anak-anak yang berada di Pulau Tegal,” imbuhnya.

Dengan berbagai program yang dilakukan Bukit Asam untuk masyarakat dan lingkungan serta apresiasi dari Pemerintah Republik Indonesia kepada Bukit Asam melalui PROPER Emas dan Hijau, tentunya hal ini menunjukkan keseriusan serta terus memotivasi Bukit Asam untuk terus berbuat lebih baik untuk sekitar wilayah operasional.

“Hal ini sejalan dengan nilai-nilai yang diterapkan oleh Bukit Asam dalam pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat sekitar perusahaan.

Diraihnya Proper Emas untuk ketujuh kalinya ini, tentu akan mendorong Bukit Asam untuk terus tumbuh dan berkembang bersama masyarakat sekitar, membangun hubungan yang harmonis di tengah-tengah lingkungan yang lestari, serta memberi manfaat seluas-luasnya kepada pemangku kepentingan,” pungkasnya.

Bagaimana Menurut Anda?