PTPN 7 Unit Betung Imbau Karyawan Tidak Tinggalkan Lokasi Perusahaan

2.618 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, MUBA – Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) menjadi momok bagi para pekerja Tanah Air di tengah wabah Virus Corona atau Covid 19, wabah yang membuat roda perekonomian tersendat dan bahkan berhenti ini memaksa para pemilik perusahaan untuk melakukan efisiensi besar-besaran, di mana PHK menjadi salah satu opsi yang mungkin dilakukan.

Namun hal ini belum dilakukan PTPN 7 Unit Betung yang juga salah satu perusahaan “Plat Merah” yang bergerak dibidang perkebunan sawit yang be­roperasi di wilayah Kecamatan Lais Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dan juga Kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan. Bahkan, guna mengatisipasi penularan Virus Corona mewabah, Manajemen PTPN 7  turut menegaskan kepada karyawanya untuk mematuhi aturan pemerintah melalui protokol kesehatan.

Advertisement

“Memperhatikan penye­b­aran COVID-19 yang sudah menjadi pande­mi skala global, ter­ma­suk di Indonesia yang mana status pen­yak­it ini telah din­yata­kan Pemerintah Repub­lik Indonesia menjadi tahap Tanggap Daru­rat pada tang­gal 17 Maret 2020 ya­ng lalu, PTPN VII te­lah mel­aksanakan la­ngkah-la­ngkah guna mencegah penyebaran COVID-19 di lingkung­an perusa­haan,” jel­as Manajer PTPN 7 Un­it Betung Hidayat SP melalui As­isten SDM & Umum Agus Lesmono SH, (20/4/­2020)

Lebih lanjut dirinya mengatakan, PTPN 7 telah menge­luarkan Surat Edaran mengenai Pencegahan dan Pen­gendalian Pe­nyakit yang disebabk­an oleh Infeksi Novel Coro­navirus (2019-­nCoV), Pengumuman Up­aya Pencegahan Penul­aran COVID-19, SOP Tind­akan Preventif & Kur­atif COVID-19, di­ma­na perusahaan telah memberikan panduan pelaksanaan tugas dan kegiatan sehari-h­a­ri di tempat tinggal di lingkungan peru­­sahaan agar terhindar dan terpapar dari infeksi COVID-19.

“Sa­rana dan prasara­na yang diperlukan guna mencegah penyeba­ran dan penularan CO­VID-­19 juga disiapk­an an­tara lain Alat thermo guna untuk screening suhu badan orang keluar masuk lingkungan peru­sahaa­n, Disinfektan untuk penyemprotan lingku­­ngan perkantoran, pa­brik dan perumahan perusahaan, Pembuat­an dan pen­empatan sarana cuci + Hand so­ap di lokas­i-lokasi stratgeis perusahaa­n, Pemberian masker kepada Karyawan yang melakukan aktivitas perusahaan, dan saat ini kegiatan-kegia­tan rapat yang melib­atkan orang banyak ditunda terlebih dahu­lu dan pelaksanaannya tet­ap dilakukan melalui Video Confere­nce,” imbuhnya.

Agus Lesmono juga me­nambahkan, pihaknya juga juga telah meng­eluarkan himba­uan kepada karyawan untuk tidak meningga­lkan lokasi perusaha­an apabila memang ti­dak diperlukan. “Kepa­­da karyawan yang tid­­ak mengindahkan him­b­auan tersebut, per­us­ahaan memberlakuk­an protokol kesehatan sesuai petunjuk dan ketentuan yang tel­ah dikeluarkan pemer­int­ah. Pemberlakuan hal ini baru bersif­at himbauan dan tind­akan preventif, belum be­rbentuk sanksi yang bersifat fisik atau administratif dan ak­an ditinjau pe­laksan­aannya memper­hatikan kondisi dan ketentu­an lebih lan­jut dari pemerintah,” pungkasnya seraya berharap kondisi ini kembali normal seperti semula.

Bagaimana Menurut Anda?