BUANASUMSEL.COM, MUSI RAWAS – Akibat muatan yang melebihi tonase dan kondisi jalan yang diduga keropos mengakibat mobil jenis puso dengan nomor polisi BE 9355 CK yang dikenderai oleh Buyung dan Apri warga Desa Tebing Tinggi amblas dan terguling, di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) tepatnya di Kelurahan Lubuk Kupang Kecamatan Lubuklinggau Selatan I, Rabu (22/2) sekitar pukul 09.00 WIB.
Mobiltersebut mengalami amblas dibagian ban belakang sebelah kiri, sehingga mengakibatkan mobil yang bermuatan kertas sekitar 22 ton tersebut nyaris terguling. Meskipiun demikia, tak ada korban jiwa, dalam peristiwa itu, hanya saja kemungkinan bak mobil yang peot dan ban belakang sebelah kiri yang masuk kedalam jalan, dan akibatnya aspal jalan tersebut terkelupas.
Untuk memudahkan mengembalikan posisi mobil seperti posisi semula, sopir dan keneknya dibantu dengan warga setempat harus melakukan evakuasi muatan mobil yang berisi kertas, dan dipindahkan ke mobil lain yang selanjutnya dihantarkan ke percetakan yang dituju.
Menurut Evi Tamala salah seorang warga Desa setempat mengatakan, kejadian tersebut bermula, saat mobil yang bermuatan kertas yang hendak di antar ke salah satu percetakan yang kebetulan berada tepat diseberang jalan tempat mobil tersebut terguling.
“Mobil ini dari arah Musi Rawas menuju percetakan diseberang jalan sana, memang sudah sampai. Tapi saat hendak belok, dan diarahkan pemilik percetakan untuk mundur hingga akhirnya ban bagian belakang sebelah kiri amblas dan masuk kedalam jalan,” kata Evi saat dibincangi di tempat kejadian perkara (TKP), Rabu (22/2).
Menurutnya, karena ketidak tahuan sopir, lantaran mengira kondisi jalan yang kokoh, hingga akhirnya amblas dan nyaris terguling. Pada saat kejadian, dimana kenek yang saat mengendalikan arus lalu lintas untuk mencari peluang untuk berbelok.
“Sedangkan sopir ini masih didalam mobil, namun karena warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung menopang bak mobil mengunakan kayu seadanya. Sehingga mobil masih dalam kondisi miring dan tidak jatuh,” Jelasnya.
Sedangkan Buyung sopir puso tersebut mengatakan, sebelumnya amblas dan terguling. Dirinya mengaku sempat kebingungan lantaran percetakan yang tidak memiliki papan nama. Sehingga membuatnya, harus mundur kebagian jalan yang keropos.
“Saya dari Semarang, muatan itu akan dibongkar di ruko yang ada diseberang jalan itu. Tapi karena tidak adan papan namanya saya bingung, hingga akhirnya saya mundur dan ban belakang bagian kiri amblas karena kondisi jalan yang diduga keropos,” Tutupnya.










