Rebutan Microfon, Dua Pemuda Tewas

12.370 dibaca

MUSIRAWAS, Buanaindonesia.com – Lantaran tidak senang saat bernyanyi ditempat orgen tunggal, lalu microfon‎ dirampas, Musa (22) warga Desa Lubuk Kumbung, Kecamatan Karang Jaya, Muratara langsung menganiaya Carles (30) warga desa Prabumenang, Kecamatan Selangit, Musi Rawas dengan beberapa kali tusukan.

Kejadian tersebut diketahui pada Rabu (11/11) sekira pukul 23.00 WIB didesa Prabumenang, Kecamatan Selangit, Musi Rawas. Saat itu, diketahui keduanya sedang berada disebuah acara hajatan dengan hiburan orgen tunggal.

Advertisement

Entah apa penyebabnya, sehingga Carles langsung naik keatas panggung merebut Microfon yang dipegang oleh Musa yang sedang melantunkan sebuah lagu. Tidak senang, Musa dan Carles kemudian terlibat adu mulut sehingga terjadi keributan. Kemudian, diduga Musa sudah membawa senjata tajam, langsung menusuk Carles menggunakan pisau dibagian perut kanan dan dibagian telinga sebelah kanan.

Setelah menusuk Carles, Musa langsung melarikan diri keluar tenda tempat hajatan tersebut. Kemudian, melihat Musa kabur dari tenda beberapa orang yang tidak dikenal langsung mengejar dan mengeroyoknya sehingga korban mengalami luka tusuk dileher  kiri, luka bacok dileher kanan, luka tusuk didada atas kanan, luka tusuk didada kiri sebanyak 2 lobang, di perut kanan sebanyak 2 lobang, dipunggung kanan sebanyak 2 lobang, di bahu kiri sebanyak 2 lobang, di lengan kiri 2 lobang serta tulang hidung patah‎ akibat dikeroyok sejumlah warga.

Pada saat itu juga, kakak Musa bernama Mad Ali (35) ikut membantu adiknya, namun ia juga menjadi sasaran, akibatnya ia menderita luka tusuk di bagian punggung atas kiri dan saat ini mendapatkan perawatan di salah satu rumah sakit di kota Lubuklinggau akibat luka yang dialaminya.

Kapolres Musi Rawas AKBP Herwansyah Saidi melalui Kapolsek Terawas IPTU Haerudin membenarkan kejadian tersebut. Dijelaskannya, Musa saat itu meninggal dunia di TKP, Sementara Carles sembat dibawa ke RS Sobirin Lubuklinggau, namun nyawanya tidak tertolong sehingga beberapa jam kemudian juga menghembuskan nafas terakhirnya.

“Musa meninggal di TKP karena terlalu banyak luka akibat dikeroyok massa. Sementara Carles meninggal dunia saat dirumah sakit Sobirin Lubuklinggau,” katanya.

Editor : Juan

Bagaimana Menurut Anda?