Residivis Hipnotis Kembali Dibekuk

10.850 dibaca

LUBUKLINGGAU, Buanaindonesia.com – Tidak jera, setelah menjalani hukuman penjara selama 3 bulan karena kasus penipuan dengan modus hipnotis pada tahun 2007 lalu, Mustopa alias Topet (58), warga RT 08 Kelurahan Muara Enim, Kecamatan Lubuklinggau Barat II kembali berulah, dan akhirnya dibekuk polisi.

shareMustopa alias Topet diketahui memang sering beraksi di wilayah pasar kota Lubuklinggau. Modusnya, ia mencari orang-orang yang dianggapnya lemah, lalu ia menawarkan sebuah gulungan merah yang ia sebut dengan kitab Istambul berwarna merah. Lalu, korbannya yang terkelabui dipintai oleh tersangka berupa barang berharga atau sejumlah uang dengan alasan kitab tersebut bisa dijual dengan harga puluhan juta. Dan ia hanya meminta uang beberapa rupiah saja dengan alasan untuk ongkos pulang ke suatu daerah.

Advertisement

“Modusnya, dia membawa kitab istambul. Lalu dengan alasan memberi kitab tersebut kepada korbannya. Lalu, ia meminta barang berharga milik korban atau uang tunai dengan alasan mau pergi ke Jayaloka, Musi Rawas,” Jelas Kapolres Lubuklinggau AKBP Ari Wahyu Widodo melalui Kasat Intelkam AKP Edi Asmari.

Kemarin, sebelum diamankan tersangka beraksi dengan mengelabui korban berinisial Y (21) ‎warga sp 6 raksabudi kecamatanBts ulu cecar Musi Rawas.
Lalu, saat aparat kepolisian sedang berada dikawasan pasar tersebut melihat korban linglung dan menangis, saat ditanya korban kehilangan uang sebesar Rp. 300 ribu yang diambil oleh tersangka.

“Pertama tersangka minta barter cincin emas sama kitab istambul itu, namun ditolak korban lalu di tanya lagi oleh tersangka kepada korban ada apa lagi, lalu korban dipintai duit sebesar Rp. 300 ribu,” jelasnya.

Saat ini, tersangka sudah diamankan di mapolres Lubuklinggau untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Sementara korban, sudah melaporkan kejadian tersebut. Diketahui, tersangka beraksi tidak sendiri, ia sering bersama teman-temannya diwilayah pasar tersebut.

Sementara itu, tersangka Mustopa alias Topet mengaku sudah melakukan hal tersebut sejak 3 tahun terakhir. Ia melakukan itu lantaran untuk menafkahi istri dan 5 orang anaknya yang masih sekolah.

“Sudah jarang, kareno la sepi. Paling banyak dapat pernah 500 ribu. Beli kitab itu samo kawan Rp. 50 ribu. Pernah tebuang jugo selamo 3 bulan kasus yang samo,” bebernya.

Editor : Juan

Bagaimana Menurut Anda?