Salah Paham, Rapat Paripurna DPRD Banyuasin Ricuh

6.715 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, BANYUASIN – Rapat paripuna DPRD Kabupaten Banyuasin dalam rangka pengumuman pimpinan dan anggota kelengkapan DPRD serta pemilihan anggota badan kehormatan DPRD Kabupaten Banyuasin, pada Senin (14/10) sekitar pukul 16.00 WIB. diwarnai kericuhan, 

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, keributan antar anggota DPRD Banyuasin itu diduga berawal saat pemilihan anggota badan kehormatan DPRD Kabupaten Banyuasin yang diikuti oleh enam anggota DPRD Banyuasin. Selanjutnya untuk memilih anggota dewan kehormatan dilaksanakan dengan sistem voting, sampai diumumkan pimpinan DPRD terpilih lima anggota badan kehormatan. yang terpilih yaitu Endang Sari, Budi Santoso, M Sholih, Sopian Hadi dan Jupriadi. Sedangkan Nasir dari partai Golkar tidak terpilih sebagai anggota badan kehormatan, disaat itu secara tiba — tiba Nasir memukul meja menggunakan tangan sebanyak dua kali, diduga merasa ada salah satu parpol tidak komitmen untuk memilih dirinya dalam pemilihan anggota badan kehormatan itu.

Bahkan, tidak hanya memukul meja sampai dua kali, rupanya nasir terus mengomel kalau partai tersebut tidak komitmen dan lain sebagainya. Sampai akhirnya anggota DPRD Banyuasin Emi Sumitra (PKB) yang berada dekat dengan nasir, menjadi ikut emosi sampai terjatuh dari tempat duduknya.

Beruntung Kemudian Nasir dan Emi Sumitra dapat dilerai dan ditenangkan oleh anggota DPRD Kabupaten Banyuasin, dan rapat paripurna dapat dilanjutkan kembali. Usai itu kegiatan berlangsung kondusif, hingga selesai.

Emi Sumitra, Anggota DPRD Banyuasin Fraksi PKB ketika ditanya permasalahan yang terjadi mengaku dirinya menjadi salah sasaran dari oknum anggota DPRD Banyuasin yang diduga tidak menerima hasil yang didapat.

“Saya bukan pengurus partai dan bukan ketua fraksi, jadi kalau salah paham dengan saya itu salah, jadi untuk lebih jelas silahkan tanyakan pada yang bersangkutan,” Tegasnya.

Sementara, Ketua DPRD Banyuasin. Iriawan setiawan, SH. Ketika dibincangi mengaku bahwa kejadian yang membuat heboh seisi gedung Paripurna DPRD Banyuasin hanya misskomunikasi antar anggota.

“Itu hanya misskomunikasi saja, karena penyampaian dirasa belum tepat sehingga memicu emosi rekan kita, mudah-mudahan kedepan kita di DPRD Banyuasin akan lebih harmonis lagi,” singkatnya.

Bagaimana Menurut Anda?