

Rapat yang diadakan di ruang rapat Besemah I, kantor walikota Pagaralam, Sumatera Selatan, tersebut, dipimpin oleh sekretaris daerah kota Pagaralam, Safrudin, dihadiri oleh kapolres Pagaralam, AKBP Pambudi, kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pagaralam, Herawadi, serta dari Kodim, Koramil, Basarnas, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Camat, dan Lurah.
Safrudin mengatakan, saat ini gunung Dempo sudah memasuki status level 2 (waspada).“Kita harus informasikan kepada masyarakat tentang status gunung Dempo ini, karena masyarakat tidak tahu,” katanya
Ia meminta agar jalur pendakian ke gunung Dempo ditutup sementara. “Saya minta agar semua jalur pendakian ditutup sementara sampai kondisi gunung Dempo normal kembali.”tandasnya.
Safrudin juga menginstruksikan agar kepala BPBD kota Pagaralam untuk mengatur persiapan penanggulangan apabila ada bencana dari gunung Dempo.
Ia juga meminta kepada dinas Kesehatan dan dinas Sosial agar melakukan persiapan jika terjadi peningkatan status gunung Dempo.
“Saya minta agar tim medis ditunjuk oleh dinas Kesehatan, agar mereka siap dan bertanggung jawab kalau terjadi apa-apa dengan gunung Dempo. Untuk dinas Sosial agar mempersiapkan dapur umum. Sehingga jika terjadi evakuasi, masyarakat tidak kelaparan.” tegasnya.
Sementara itu, Petugas pos pengamatan gunung Dempo dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Megrian Nugraha, mengatakan, gunung Dempo tercatat di vulkanologi setelah tahun 1818. Sampai tahun 2009, gunung Dempo tercatat mengalami letusan sebanyak 23 kali.
“Gunung Dempo bersifat freatik, yaitu hanya mengeluarkan abu vulkanik. Dari hasil pengamatan tanggal 26 dan 27 Maret 2017, terdapat hembusan asap putih tipis dengan tinggi 50 meter di atas puncak gunung. Serta terdapat gelembung gas di kawah, yang artinya sudah ada magma yang naik ke permukaan,” terangnya.
Ia melanjutkan, “Karena gunung Dempo memiliki danau kawah, maka kemungkinan besar potensi bahayanya berupa hujan lumpur atau dari uap air itu sendiri.”imbuhnya.
Terkait ini BPBD kota Pagaralam pun telah membuat rencana alur evakuasi dan tempat evakuasi jika terjadi letusan gunung Dempo. Hal ini disampaikan oleh kepala BPBD kota Pagaralam, Herawadi.
“Untuk radius 4-5 km dari permukaan kawah, terdiri dari desa Janang, Kampung IV, Tangsi II, dan Tugu Rimau. Tempat evakuasi untuk Janang ada di daerah lapangan bola Talang Darat. Untuk Kampung IV di lapangan bola Nendagung. Untuk Tangsi II di lapangan bola SMP 2 Bangun Rejo. Sedangkan untuk Tugu Rimau di alun-alun utara kota Pagaralam,” katanya.
Ia melanjutkan, “Untuk radius 5-10 km, terdiri dari Tangsi I, Talang Ketuk, Tangsi III, dan pabrik teh. Tempat evakuasinya di lapangan bola sport center, gedung pramuka Alun Dua.”
“Untuk kelurahan Dempo Makmur, Sukananti, Dempo Rejo, dan Biring Gersik, di lapangan SMP 8, lapangan bola Alun Dua, dan Tanah Serunting,” jelas Herawadi.





