Setelah Sopir Angkut Konvensional, Kini Giliran Komunitas Transportasi Online melakukan unjuk rasa

14.212 dibaca
Setelah Sopir Angkut Konvensional, Kini Giliran Komunitas Transportasi Online melakukan unjuk rasa

BUANAINDONESIA.CO.ID, PALEMBANG – Setalah kemarin 22 Agustus 2017, sekitar pukul 10.15 WIB di halaman gedung DPRD Prov. Sumsel Unjuk rasa dilakukan oleh Transportasi Konvensional, dengan menuntun penutupan izin Transportasi online, maka pada hari ini sebanyak ratusan orang dari berbagai komunitas angkutan Online di Palembang (Gojek, Go Car, dan Grab Bike) melakukan aksi unjuk rasa tandingan dihalaman DPRD Prov. Sumsel.(23/08/2017).

Aksi unras ini dilatar belakangi kasus sweping dan pembunuhan rekan mereka (an. Edward Limba). komunitas Tranportasi Onlinen meminta kepada aparat berwenang untuk menangkap pelaku sweeping terhadap Driver taksi on line beserta Korlapnya, ” Serta segera menangkap pelaku pembunuhan rekan kami edward limba dan meminta jangan ada lagi aksi sweeping terhadap taxi on line dan aksi-aksi berikutnya di Kota Palembang” kata Koordinator aksi Yoyon. SP,

Advertisement

menurut Yoyon, rekan-rekan Gojek, Go Car, dan Grab Bike masih tidak merasakan kenyamanan dalam bekerja dan masih ada aksi sweeping yang dilakukan oleh Taksi Konvensional di Kota Palembang.

“Modusnya mereka melakukan order secara on line, menurutnya aksi sweeping ini dilakukan setelah adanya surat edaran yang dikeluarkan oleh ketua koperasi musi jaya yang ditandatangani oleh syarifudin lubis”. Sambungnya.

Selain itu Yopi juga mengatakan bahwa saat ini ada laporan dari rekannya di talang kerangga, bahwa ada penggeroyokan dan pengrusakan yang dilakukan oleh sopir lain.

Sedangkan untuk antisipasi pihaknya saat ini masih caling down dulu dirinya menghimbau kepada taksi-taksi on line untuk tidak melakukan kekerasan dan menahan diri dulu.

Sementara itu Kapolresta Palembang Kombespol Wahyu Bintono HB S.ik mengatakan, aksi solidaritas dari rekan-rekan Gojek, Go Car dan Grab Bike merupakan aksi damai.

“Alhamdulillah, setelah kita monitor dilapangan tidak ada aksi anarkis. Mengenai dua orang sopir yang diamankan kemarin masih kita periksa, karena di dalam menetapkan tersangka tidak boleh sembarangan”. Katanya.

Sampai saat pihaknya sudah memeriksa saksi-saksi lainya yang menguatkan. “sebanyak 6 orang saksi sudah kita periksa dan memeriksa saksi di TKP pihaknya juga sudah mengamankan mobil korban sampai sejauh ini Pihaknya pun belum mengetahui apa motif dan tujuan para pelaku ini”. Tegasnya

Bagaimana Menurut Anda?