
BUANAINDONESIA.CO.ID, BANYUASIN – Banyaknya perawat yang gugur dalam penanganan Covid-19 di Indonesia, Para Perawat, Staf Radiologi, Bidan, serta seluruh tenaga kesehatan memasang pita hitam di lengan kanan mereka, pita tersebut sebagai tanda solidaritas mereka kepada 10 Perawat serta Dokter yang meninggal disaat virus corona yang tengah mewabah saat ini.
“Solidaritas kita sebagai tenaga kesehatan bukan hanya dari perawat namun seluruh elemen tenaga kesehatan kita memasang pita, pemasangan pita ini mulai dari PPNI, IDI, IBI, dengan di koordinir oleh PPNI, untuk intruksi secara formal belum ada namun melalui media sosial sudah disebar bahwa kita melakukan solidaritas mulai dari 10-16 April, ” Ucap, Direktur RSUD Banyuasin, dr. Ari faulta, melalui Kabid Keperawatan RSUD Banyuasin, Oktaviani. S, Kep. Ners, Senin. 13/04/20.
Dijelaskannya, pihaknya sudah melakukan kegiatan pelayanan kesehatan sesuai dengan SOP.
“Pada dasarnya kami bekerja sudah melaksanakan sesuai dengan standar, sebab kami waspadai paparan tersebut bukan cuma untuk orang lain, namun untuk diri kami sendiri, ” ujarnya.
Masih dikatakannya, Perlengkapan Alat Pelindung Diri perawat di RSUD Banyuasin saat ini berangsur menggunakan pakaian sesuai dengan Standar.
“Untuk APD kita tidak hanya memfokuskan ke perawat saja, namun semua tenaga kesehatan memakai APD namun APD mereka tidak sama dengan kita Perawat yang menggunakan pakaian gawat darurat, sebab itu sudah diatur disetiap masing-masing RSUD,” imbuhnya.
Dikatakannya, Okta sapaan akrab ibu murah senyum ini, saat ini pengadaan APD bagi Perawat di RSUD Banyuasin terus dilakukan penambahan.
” Insyah Allah kita terus adakan meski saat APD bagi saudara-saudara kita Perawat, alhamdulillah sedikit demi sedikit sudah terpenuhi, kita usahakan untuk selalu penambahan, selain pengadaan dari RSUD sendiri kita juga mendapat dari Dinkes Propinsi dan Banyuasin, “tukasnya.







