BUANAINSUMSEL.COM, BANYUASIN – Terkait adanya dua remaja yang tertangkap Kamera wartawan saat bermesum ria di Kolam Retensi Pemkab Banyuasin, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Kabupaten Banyuasin Drs, Anthony Liando MM, mengaku berterima kasih atas informasi yang diberikan oleh awak media. Pihaknya akan segera melakukan penempatan anggota di kolam Retensi dan memerintahkan anggotanya untuk berpataroli di wilayah Pemkab Banyuasin. Serta, Sepanjang Jalan lingkar. Namun demikian, kata Antoni, pekerjaan tersebut bukan semerta-merta pekerjaan Pol PP. namun, juga tugas pihak Sekolah, dan Keluarga.
Menurut Antoni perbuatan mesum di kolam retensi Pemkab Banyuasin itu lantaran dipicu oleh akses konten video porno saat ini mudah didapat.
“Terima kasih atas informasinya, ya nanti akan kami kerahkan anggota untuk standbye di sekitaran kolam dan wilayah Pemkab Banyuasin lainnya untuk menjaga Perkantoran ini dari para remaja yang hendak melakukan perbuatan asusila”Ucap, Drs. Anthony liando. MM saat dibincangi Buanainsumsel.com, Rabu. 27/10/16
Dirinya menambahkan, bahwa kejadian tersebut merupakan kurangnya pemahaman remaja tentang perbuatan zina serta mudahnya akses konten porno.
“Zaman sekarang ini kan sangat mudah mendapatkan akses internet, apalagi mendapatkan aplikasi berbau porno, dan saya rasa kedua remaja ini juga kurang memahami sebab akibat dari perbuatan mereka, didalam Al-Quran pun sudah dijelaskan kalau zina itu dilarang, mereka masih melakukan artinya pemamahan ilmu agama kurang penerapan dalam hal ini, apa lagi saya lihat yang ceweknya tersebut memakai jilbab”Ujarnya.
Masih kata dia, kedepan pihaknya akan lebih ketat terhadap muda-mudi yang nongkrong di kolam tersebut.
“Nanti kita akan tanya mereka yang nongkrong di kolam tersebut, kalau mereka pelajar akan kita suruh pulang ke sekolah, kalau mereka pakai baju bebas akan kita cek KTP mereka, apa mereka sah suami istri atau bukan”Tandasnya.
Sementara itu, Pihak Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) PGRI Kelurahan Seterio, Meditran (29) salah satu operator sekolah saat diwawancarai terkait hal tersebut mengatakan, kalau pihaknya telah memberikan ilmu agama meski tidak banyak.
“Ya kalau sekolah kami, Rohis ada, Pelajaran agama ada, jadi mau nanya apa lagi, kalau mau full sekolah kita bukan sekolah madrasah”Ucapnya.
Masih kata Meditran, pihaknya mengaku tidak ambil pusing kalau kejadian perbuatan mesum sudah dilakukan diluar sekolah.
“Kalau seandainya siswa tersebut ketahuan mesum di Lingkungan Sekolah kami, ya artinya kami melakukan pembiaran. kalau mereka mesum diluar ya bukan urusan kami, kita tidak tahu, yang penting di sekolah dia siswa kami”imbuhnya.
Ketika ditanya, sendainya ada salah satu siswanya yang ketahuan berbuat mesum seperti itu, apakah akan diberi surat teguran atau sangsi, dirinya mengatakan tidak bisa memberhentikan siswanya.
“Untuk sangsi, kita tidak bisa memberhentika. sebab, siswa diwajibkan belajar 12 tahun. perlu dicatat itu, yang penting kalau mereka ada disekolah kita bina.” tukasnya.








