Tipu Bisa Masukan Kerja, Nenek di Tanjung Enim Ini Diringkus

697 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, MUARA ENIM – Lantaran anaknya tak kunjung bekerja, padahal telah menyetorkan uang sebesar Rp45 juta, membuat Samini (56), warga Jalan Kemas SMPN 2 RT 01 RW 10 Kelurahan Tanjung Enim Kecamatan Lawang Kidul Muara Enim ini melaporkan Marisa (57) ke Polsek Lawang Kidul.

Atas ulahnya tersebut, perempuan yang sudah berstatus Nenek ini, warga Komplek PJKA No 1005 RT 001 RW 003 Kelurahan Pasar Tanjung Enim Kecamatan Lawang Kidul harus merasakan dinginnya jeruji besi milik Mapolsek Lawang Kidul.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, Selasa (13/08/2019) menyebutkan, tersangka nenek Marisa menjanjikan kepada korban bahwa dirinya bisa memasukan kerja anak korban di PT Angkasa Pura dengan syarat menyerahkan uang sebesar Rp45 juta kepada tersangka.

Karena korban yakin dan percaya bahwa tersangka bisa memasukan kerja anaknya, lalu korban menyerahkan uang sebesar Rp45 juta kepada tersangka.

Penyerahan uang sendiri dilakukan dua tahap, pertama diserahkan langsung kepada korban sebesar Rp27 juta. Sisanya Rp18 juta via transfer melalui Bank BNI Tanjung Enim.

Setelah uang diterima tersangka, korban dan pelaku membuat kwitansi penyerahan uang dan surat perjanjian pada Rabu (23/06/2019) lalu. Tetapi perjanjian tersebut, diingkari oleh tersangka. Dimana hingga kini anak korban tak kunjung bekerja di PT Angkasa Pura.

Atas kejadian tersebut, korban menderita kerugian Rp45 juta. Dan melaporkan tersangka Nenek Marisa ke jajaran Polsek Lawang Kidul.

“Saat ini tersangka beserta barang bukti telah kita amankan di Mapolsek Lawang Kidul,” tutur Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono SIK MSi didampingi Kapolsek Lawang Kidul AKP Azizir Alim SH MM melalui Kasubag Humas Polres Muara Enim Ipda Muhammad Yarmi, Selasa (12/08/2019).

Tersangka diamankan, terang Yarmi, saat berada di pinggir jalan BTN Air Paku Tanjung Enim. Dan saat ditangkap pelaku tidak melakukan perlawanan.

“Saat diperiksa, tersangka mengakui semua perbuatannya terhadap korban. Kita juga mengamankan satu lembar kwitansi asli penyerahkan uang sebesar Rp27 juta, satu lembar kwitansi asli penyerahkan uang sebesar Rp18 juta. Satu lembar surat perjanjian dan bukti transfer uang,” pungkasnya.

Bagaimana Menurut Anda?