Transformasi UMKM Lokal, PNM Bekali Ratusan Pelaku Usaha Banyuasin Tembus Pasar Digital

204 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID BANYUASIN – Pelaku usaha mikro di Kabupaten Banyuasin kini tengah bersiap melangkah ke babak baru. Dari yang semula hanya mengandalkan dapur rumah, kini mereka didorong untuk bertransformasi menjadi pemain andal di ranah digital.

​Semangat kebangkitan ekonomi lokal ini terlihat jelas dalam program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar bertajuk “Dari Usaha Rumahan ke Pasar Digital” yang dihelat oleh PT Permodalan Nasional Madani (PNM) di Gedung Graha Sedulang Setudung, Jumat (18/9). Acara ini dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah, Ir. Erwin Ibrahim, ST., MM., MBA., IPU., ASEAN Eng.

Advertisement

​Ajang bergengsi ini mempertemukan ratusan nasabah binaan PNM dengan jajaran Pemkab Banyuasin, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta para pakar industri kreatif. Lebih dari sekadar menyalurkan modal usaha, PNM memberikan pendampingan holistik yang mencakup strategi pemasaran digital, literasi keuangan, pengurusan legalitas usaha, hingga edukasi perlindungan konsumen.

​Mewakili Bupati Banyuasin, Sekda Erwin Ibrahim menegaskan bahwa adaptasi teknologi merupakan kunci mutlak bagi UMKM lokal jika ingin bertahan dan bersaing di kancah nasional.

​“Pemkab Banyuasin terus mendorong pengusaha lokal memperkuat kualitas produk, kemasan, legalitas, hingga pencatatan keuangan digital. Langkah ini menjadi kunci utama agar bisnis warga Banyuasin bisa tumbuh berkelanjutan,” tegas Erwin di hadapan ratusan peserta.

​Senada dengan hal tersebut, Kepala Divisi Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Sumsel, Asnawati, memberikan apresiasi tinggi atas komitmen PNM. Ia berpesan agar para pelaku usaha senantiasa memanfaatkan pembiayaan secara produktif guna mendongkrak skala bisnis, bukan sekadar untuk keperluan konsumtif.

​Sementara itu, Pemimpin PNM Cabang Palembang, Benny Satria B, memaparkan bahwa suntikan modal finansial hanyalah pintu gerbang awal. Kekuatan utama PNM justru terletak pada komitmen pendampingan berkelanjutan atau capacity building.

​“Pembiayaan selalu kami lengkapi dengan pemberdayaan. Harapannya, usaha nasabah terus berkembang pesat dan berdampak langsung pada kesejahteraan keluarga,” ujar Benny penuh optimisme.

​Dampak positif dari program ini dirasakan langsung oleh Desi, seorang pelaku usaha olahan makanan lokal binaan PNM Mekaar. Bagi Desi, ajang ini menjadi titik balik untuk memperluas wawasan dan jaringan bisnisnya.

​“Selain dapat ilmu digitalisasi, saya bisa bertukar pikiran dengan sesama pelaku usaha dan memamerkan produk langsung ke jaringan yang lebih luas,” ungkapnya antusias.

​Melalui gelaran PKU Akbar ini, PNM kembali membuktikan dedikasinya dalam mendampingi pelaku usaha ultra mikro di Indonesia—menuntun mereka melangkah keluar dari dapur rumah menuju pasar nasional yang tanpa batas.

Bagaimana Menurut Anda?