​Gubernur Herman Deru Turun Langsung Tinjau Sawah Asin dan Resmikan 4 Jembatan di Muara Telang

221 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID BANYUASIN-Kunjungan kerja Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, SH., MH, ke Desa Telang Rejo, Kecamatan Muara Telang, Kabupaten Banyuasin, pada Sabtu (19/09/2026), diwarnai momen penting bagi warga setempat. Mewakili Bupati Banyuasin, Asisten II Setda Kabupaten Banyuasin, Ir. Alpian Soleh, MM, menyambut hangat kedatangan orang nomor satu di Sumsel tersebut yang datang untuk memastikan kondisi infrastruktur sekaligus mendengarkan langsung keluh kesah para petani di tengah musim kemarau.

​Agenda utama kunjungan ini adalah meresmikan dan meninjau langsung empat unit jembatan yang menjadi nadi penghubung vital bagi aktivitas sehari-hari warga Desa Telang Rejo. Kehadiran infrastruktur baru ini disambut rasa syukur oleh pemerintah kabupaten dan masyarakat.

Advertisement

​”Terima kasih atas atensi luar biasa besar dari Gubernur Sumsel untuk Kabupaten Banyuasin, khususnya Kecamatan Muara Telang. Ini menjadi semangat baru yang mendongkrak roda perekonomian masyarakat,” ujar Alpian Soleh mewakili Bupati Banyuasin.

​Namun, di balik kebahagiaan peresmian jembatan, kunjungan ini juga mengungkap tantangan pelik yang tengah dihadapi para petani lumbung pangan nasional tersebut. Gubernur Herman Deru menyempatkan diri berdialog langsung dengan petani guna memantau dampak musim kemarau panjang terhadap sektor pertanian.

​Situasi kian mendesak setelah Gubernur secara langsung membuktikan kondisi air saluran irigasi dengan mencicipinya. Ternyata, air tersebut telah tercemar intrusi air laut sehingga berasa asin. Kondisi ini membuat metode pompanisasi konvensional menggunakan air sungai menjadi tidak efektif untuk menyelamatkan tanaman padi.

​”Tadinya mau dibantu mesin air, tapi melihat kondisi ini, mesin air berapa pun jumlahnya, ternyata percuma karena airnya asin. Kita berdoa segera turun hujan, karena di sini, panen sudah tiga kali setahun,” ungkap Herman Deru di hadapan para petani dengan penuh empati.

​Meski dihadapkan pada ancaman gagal panen akibat intrusi air payau, Gubernur Sumsel tetap memberikan apresiasi tinggi atas kegigihan petani Banyuasin yang konsisten mencatatkan rekor panen hingga tiga kali dalam setahun. Sebagai langkah cepat, ia menegaskan akan segera berkoordinasi dengan Dinas Pertanian untuk memetakan titik-titik irigasi alternatif yang masih aman dialiri air tawar menggunakan pompa.

​Tidak hanya persoalan pertanian, kunjungan kerja ini juga dimanfaatkan warga untuk mencurahkan isi hati terkait mahalnya harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di tingkat eceran yang melambung hingga kisaran Rp13.000 sampai Rp15.000 per liter. Menanggapi keluhan tersebut, Gubernur berjanji segera berkoordinasi dengan pihak PT Pertamina agar ke depan dapat menghadirkan SPBU resmi dengan harga terjangkau di kawasan sentra pertanian strategis ini.

Bagaimana Menurut Anda?