BUANAINDONESIA.CO.ID, BANYUASIN-Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Kabupaten Banyuasin ke-19, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Banyuasin melalui Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) menurunkan tiga pasangan atlet bulutangkis untuk berlaga pada Kejuaraan Bulutangkis Antar OPD. Pertandingan berlangsung di Gedung Olahraga (GOR) Taman Kota Pangkalan Balai, Selasa (6/04/2021).
Adapun tiga pasangan atlet yang mewakili PWI Banyuasin yaitu:
1. Sulaiman / Jauhari
2. Frans Iskandar / Hardiansyah
3. Martin / Supri
Ketua Bidang SIWO PWI Banyuasin, Supriyanto, mengatakan keikutsertaan atlet PWI Banyuasin pada turnamen antar OPD ini sekaligus menjadi ajang pemanasan menuju Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) yang akan digelar pada 24–25 Mei 2021 mendatang.
“Kita berpartisipasi memeriahkan HUT Banyuasin ke-19 dengan mengirimkan enam atlet. Sekaligus kita melihat kesiapan mereka untuk Porwada nanti,” ujar Supriyanto.
Ia menambahkan bahwa beberapa pemain yang diturunkan pada turnamen antar OPD ini merupakan kandidat atlet yang akan dibawa PWI Banyuasin ke Porwada tingkat Sumatera Selatan.
“Melalui turnamen ini kita bisa melihat potensi pemain. Harapannya, Banyuasin sebagai tuan rumah Porwada dapat tampil maksimal dan sejajar dengan kabupaten/kota lain di Sumsel,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua PWI Banyuasin Diding Karnadi, SH, berharap keikutsertaan para atlet pada turnamen antar OPD ini dapat menjadi sarana latihan sekaligus evaluasi kemampuan jelang Porwada.
“Semoga atlet PWI Banyuasin bisa tampil maksimal pada Porwada nanti dan memberikan kebanggaan bagi Kabupaten Banyuasin,” ujarnya.
Turnamen PB Bangkit Resmi Dibuka, Perebutkan Hadiah Total Jutaan Rupiah
Dalam rangkaian HUT Banyuasin ke-19, PB Bangkit juga menggelar turnamen bulutangkis di GOR Taman Kota Pangkalan Balai pada 6–8 April 2021. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Ketua Umum PB Bangkit, Syaifudin Zuhri, SP.
Turnamen tersebut memperebutkan hadiah uang pembinaan dan trofi dengan total jutaan rupiah. Panitia juga menerapkan aturan sesuai arahan Bupati Banyuasin, yaitu peserta wajib berasal dari OPD atau instansi terkait dan tidak diperbolehkan menggunakan pemain profesional dari luar.
“Peserta wajib melampirkan surat tugas dari instansi masing-masing. Ini untuk memastikan turnamen berjalan sportif,” jelas Syaifudin.
Ia menambahkan, turnamen tidak hanya sekadar memperebutkan gelar juara, tetapi juga menjadi wadah untuk menjaring atlet potensial yang bisa diandalkan di berbagai level, termasuk Korpri, provinsi, hingga nasional.
“Kami berharap seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas. Hadiah yang diperebutkan yaitu Rp3 juta untuk juara pertama, Rp2 juta untuk juara kedua, Rp1 juta untuk juara ketiga, dan Rp500 ribu untuk juara keempat, lengkap dengan trofi,” pungkasnya.










