Warga Marah, Blokir Jalan dengan Poskamling dan Taman Pohon Pisang

19.653 dibaca

BUANAINDONESIA.COM- Perwakilan Masyarakat yang berasal dari 3 Rukun Tetangga (Rt) diwilayah desa Bukit kembali menggelar aksi penutupan jalan Tanjung Mulyo desa Bukit kecamatan Betung kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan. Sabtu (19/11/16).

Selain memblokir jalan warga Rt 17a, Rt 17b dan Rt 18 desa Bukit  yang kesal dan marah akibat kondisi jalan Tanjung Mulyo yang rusak parah mereka Tanami pohon pisang, bahkan tak tanggung-tanggung, puluhan warga beramai-ramai mengangkat pos kamling dan diletakkan ditengah-tengah badan jalan.

Advertisement

Kondisi ini mengakibatkan Puluhan sopir truk yang berniat berlalu lalang terpaksa menghentikan aktifitasnya secara spontan. Baik yang hendak keluar dari dalam kebun milik perusahaan maupun yang hendak menuju kebun milik PTPN 7 Betung Krawo. Macet panjang tak bisa dielakkan, parkir kendaraan truk dimulai pukul 6.00 wib hingga terurai sekira pukul 11.30wib setelah adanya kesepakatan diantara masyarakat setempat dengan pihak manajemen PTPN7 Betung Krawo.

Mino (41) warga RT 17b Tanjung Mulyo desa Bukit menyatakan, aksi ini dipicu secara spontanitas melihat kondisi jalan yang rusak dan memprihatinkan. Masyarakat merasa kesal sekaligus kecewa atas kurangnya perhatian pihak pemerintah dalam hal perbaikan infrastruktur jalan dalam desa mereka.

“Coba bayangkan pak, sudah Puluhan tahun kami menikmati debu disaat kemarau dan menikmati lumpur disaat musim penghujan seperti ini. sementara bantuan baik pemerintah pusat maupun kabupaten belum kami rasakan secara maksimal,” ungkap Mino, (19/11/16) dengan nada kesal.

Sementara menurutnya, masyarakat sudah berupaya meminta bantuan kepada pemerintah kabupaten maupun pihak perusahaan yang menikmati jalan tersebut untuk melakukan perbaikan berbentuk pengaspalan ataupun corbeton, namun yang terealisasi oleh pemerintah daerah kabupaten Banyuasin baru sebatas pengerasan kurang lebih sepanjang 800meter, itupun pengerjaanya belum maksimal alias asal jadi.

Senada dikatakan Nurul, Suparyoto, Halim selaku warga Rt 17a desa Bukit, mereka mengancam akan melakukan aksi lebih besar lagi jika permintaan mereka tidak diindahkan baik pihak pemerintah kabupaten maupun pihak perusahaan yang memanfaatkan jalan tersebut. Mereka menjelaskan, kendaraan roda dua, sepeda motor yang melintas harus ekstra hati-hati, selain licinya jalan akibat guyuran hujan juga lantaran batu-batu dipasang zig zag yang mempersulit para pengguna jalan.

”Ini wujud kemarahan warga terhadap pemerintah daerah maupun pihak perusahaan yang tidak memperhatikan jalan kami,” Tegas Suparyoto.

Aksi bertahan hingga beberapa jam lamanya dan nyaris terjadinya ketegangan diantara pihak masyarakat dan pihak PTPN7 Betung Krawo yang meminta masyarakat untuk segera membuka portal jalan tersebut. Setelah kedatangan Manajer PTPN7 Krawo dilokasi aksi, dan terjadinya negosiasi diantara keduanya, maka warga rela untuk menyingkirkan poskamling kembali ketempat semula dan membongkar tanaman pohon pisang dibeberapa badan jalan. PTPN7 krawo sepakat dan berjanji untuk memenuhi tuntutan masyarakat sesuai perjanjian yang telah ditanda tangani oleh pihak masyarakat dan pihak PTPN7 Krawo disaksikan oleh kepala desa Bukit Agusman.

Terpisah, menanggapi permasalahan itu, H Hazwar Hamid anggota DPRD kabupaten Banyuasin mengatakan akan melaporkan permasalahan tersebut kepada pimpinanya. Dirinya akan terus mendukung dan memperjuangkan aspirasi yang disampaikan demi kepentingan dan kesejahteraan masyarakat terutama masyarakat kecamatan Betung, “Terimakasih atas laporanya, permasalahan ini akan saya sampaikan kepada pimpinan. Saya siap turun kelapangan jika dibutuhkan, bila perlu kita menghadap manajemen perusahaan bersama-sama” tegasnya.

Lebih lanjut menurutnya, dengan pembangunan infrastruktur diharapkan dapat meningkatkan pelayanan pemerintahan serta mendorong perkembangan ekonomi wilayah dan menggerakkan kegiatan ekonomi rakyat di suatu kawasan dan sekitarnya, meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan, mempercepat kemajuan ekonomi perdesaan, memberikan akses bagi masyarakat pedesaan untuk berusaha, menciptakan lapangan kerja, memperlancar arus barang dan jasa, serta menjamin tersedianya bahan pangan dan bahan pokok lainnya. “kondisi keuangan pemerintah kabupaten Banyuasin saat ini sedang “sakit” oleh karena itu saya mengimbau kepada seluruh perusahaan yang beroperasi untuk memperhatikan fasilitas, termasuk infrastruktur jalan diwilayah mereka beroperasi,”imbuh H Hazwar Hamid.

Kondisi ini mengakibatkan Puluhan sopir truk yang berniat berlalu lalang terpaksa menghentikan aktifitasnya secara spontan baik yang hendak keluar dari dalam kebun milik perusahaan maupun yang hendak menuju kebun milik PTPN 7 Betung Krawo. Macet panjang tak bisa dielakkan, parkir kendaraan truk dimulai pukul 6.00 wib hingga terurai sekira pukul 11.30wib setelah adanya kesepakatan diantara masyarakat setempat dengan pihak manajemen PTPN7 Betung Krawo.

Mino (41) warga RT 17b Tanjung Mulyo desa Bukit menyatakan, aksi ini dipicu secara spontanitas melihat kondisi jalan yang rusak dan memprihatinkan. Masyarakat merasa kesal sekaligus kecewa atas kurangnya perhatian pihak pemerintah dalam hal perbaikan infrastruktur jalan dalam desa mereka.

“Coba bayangkan pak, sudah Puluhan tahun kami menikmati debu disaat kemarau dan menikmati lumpur disaat musim penghujan seperti ini. sementara bantuan baik pemerintah pusat maupun kabupaten belum kami rasakan secara maksimal,” ungkap Mino, (19/11/16) dengan nada kesal.

Sementara menurutnya, masyarakat sudah berupaya meminta bantuan kepada pemerintah kabupaten maupun pihak perusahaan yang menikmati jalan tersebut untuk melakukan perbaikan berbentuk pengaspalan ataupun corbeton, namun yang terealisasi oleh pemerintah daerah kabupaten Banyuasin baru sebatas pengerasan kurang lebih sepanjang 800meter, itupun pengerjaanya belum maksimal alias asal jadi.

Senada dikatakan Nurul, Suparyoto, Halim selaku warga Rt 17a desa Bukit, mereka mengancam akan melakukan aksi lebih besar lagi jika permintaan mereka tidak diindahkan baik pihak pemerintah kabupaten maupun pihak perusahaan yang memanfaatkan jalan tersebut. Mereka menjelaskan, kendaraan roda dua, sepeda motor yang melintas harus ekstra hati-hati, selain licinya jalan akibat guyuran hujan juga lantaran batu-batu dipasang zig zag yang mempersulit para pengguna jalan.

”Ini wujud kemarahan warga terhadap pemerintah daerah maupun pihak perusahaan yang tidak memperhatikan jalan kami,” Tegas Suparyoto.

Aksi bertahan hingga beberapa jam lamanya dan nyaris terjadinya ketegangan diantara pihak masyarakat dan pihak PTPN7 Betung Krawo yang meminta masyarakat untuk segera membuka portal jalan tersebut. Setelah kedatangan Manajer PTPN7 Krawo dilokasi aksi, dan terjadinya negosiasi diantara keduanya, maka warga rela untuk menyingkirkan poskamling kembali ketempat semula dan membongkar tanaman pohon pisang dibeberapa badan jalan. PTPN7 krawo sepakat dan berjanji untuk memenuhi tuntutan masyarakat sesuai perjanjian yang telah ditanda tangani oleh pihak masyarakat dan pihak PTPN7 Krawo disaksikan oleh kepala desa Bukit Agusman.

Terpisah, menanggapi permasalahan itu, H Hazwar Hamid anggota DPRD kabupaten Banyuasin mengatakan akan melaporkan permasalahan tersebut kepada pimpinanya. Dirinya akan terus mendukung dan memperjuangkan aspirasi yang disampaikan demi kepentingan dan kesejahteraan masyarakat terutama masyarakat kecamatan Betung, “Terimakasih atas laporanya, permasalahan ini akan saya sampaikan kepada pimpinan. Saya siap turun kelapangan jika dibutuhkan, bila perlu kita menghadap manajemen perusahaan bersama-sama” tegasnya.

Lebih lanjut menurutnya, dengan pembangunan infrastruktur diharapkan dapat meningkatkan pelayanan pemerintahan serta mendorong perkembangan ekonomi wilayah dan menggerakkan kegiatan ekonomi rakyat di suatu kawasan dan sekitarnya, meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan, mempercepat kemajuan ekonomi perdesaan, memberikan akses bagi masyarakat pedesaan untuk berusaha, menciptakan lapangan kerja, memperlancar arus barang dan jasa, serta menjamin tersedianya bahan pangan dan bahan pokok lainnya. “kondisi keuangan pemerintah kabupaten Banyuasin saat ini mengalami penurunan anggaran oleh karena itu saya mengimbau kepada seluruh perusahaan yang beroperasi untuk memperhatikan fasilitas, termasuk infrastruktur jalan diwilayah mereka beroperasi,”imbuh H Hazwar Hamid.

Bagaimana Menurut Anda?