Warga Mariana Masih Kesulitan Elpiji 3 Kg

10.096 dibaca

BANYUASIN, Buanaindonesia.com– Kelangkaan gas elpiji ukuran 3 Kg atau elpiji tabung melon disejumlah agen di Kelurahan Mariana Kecamatan Banyuasin I Kabupaten Banyuasin ternyata masih terus berlanjut. Akibatnya harga elpiji menjadi tinggi, dari sebelumnya Rp 18.000/tabung kini menjadi Rp 20.000/tabung.

Sulitnya mendapatkan gas elpiji melon ini diakui oleh salah seorang ibu rumah tangga, Widia Agusnita. Menurut warga Mariana ini, kondisi tersebut telah berlangsung selama. Kurang lebih sudah dua bulan. Elpiji sangat sulit didapatkan, kalaupun ada harganya sudah naik.

Advertisement

“Ya dek, masih langka sekarang ini, entah akan sampai kapan. Kalaupun ada harganya mahal, sekarang sudah Rp 20.000/tabung. Padahal, sebelumnya Cuma Rp 18.000/tabung. Diagen dan pengecerpun sudah tidak ada. kemungkinan jatah elpiji untuk Mariana ini semuanya dijual ke perairan sana. Sebab informasinya disana dijual sampai Rp 25.000/tabung,” katanya.

Kelangkaan elpiji ini dibenarkan Lurah Mariana, Almusa. Dia mengatakan kelangkaan gas elpiji ukuran 3 Kg ini cukup mengkhawatirkan. Mengingat kelangkaan ini terjadi sudah cukup lama, dan terjadi mulai di pangkalan elpiji.

“Sebab warga kami mengeluhkan, kami menduga ini terjadi karena ada permainan. Sebab kalau di Pertamina kami yakin kuota elpiji ini sudah cukup dan sesuai kebutuhan. Kami berspekulasi ada oknum yang bermain dari kelangkaan ini. Bahkan, saya sempat bertanya dengan kades yang di perairan harganya mencapai Rp 25.000/tabung,” tuturnya.

Berbeda dengan yang terjadi di Desa Duren Ijo, disini bukan kelangkaan elpiji yang terjadi, melainkan isi tabung yang berkurang.

“Sepertinya kalau sebulan bisa menggunakan 2 sampai 3 tabung, tapi sekarang 4 sampai 6 tabung perbulan. Kami menduga isi tabung gas elpiji ini dioplos dengan bensin dan air. Untuk itu, kami meminta agar anggota dewan melakukan sidak ke tempat pengisian elpiji,” ucapnya.(muh)

Bagaimana Menurut Anda?