Bupati Yan Anton Ferdian Akui Salah dan Khilaf

11.297 dibaca
Gedung KPK Baru. Foto : Internet

JAKARTA, Buanaindonesia.com- Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian tiba di Kantor  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pukul 22.00 WIB. Sebelum masuk ke gedung  KPK wartawan memberondong pertanyaan seputar Operasi Tangkap Tangan (OTT) dirinya

“Saya salah dan khilaf, ” ucap Yan saat diberondong pertanyaan oleh wartawan di  KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, seperti dilansir dilaman Detik.com, Minggu 4 September 2016.

Advertisement

Yan  ditangkap karena diduga  terima suap terkait pemulusan perizinan. Tetapi dia tak menjawab soal proyek apa yang dimuluskan itu.

“Saya mohon maaf,” ucap dia lagi.

Sementara itu orang kedua yang dibawa penyidik mengenakan kemeja cokelat lengan panjang. Dia juga terus menunduk dan menutupi wajah.

Orang ketiga berbaju putih dan terlihat mendapat pengawalan polisi juga. Begitu pula dengan orang keempat dan kelima yang hanya diam saja ketika ditanyai.

Berikut Kronologis Penangkapn Yan Anton Ferdian.

1. Pagi, Bupati Banyuasin Mengadakan Syukuran, sebelum berangkat ke Tanah Suci (Haji). Rencananya Yan berangkat Senin 5 September 2016.

2. Undangan tokoh-tokoh dan pejabat di Banyuasin menghadiri undangan orang nomor satu di Banyuasin tersebut.

3. Pukul 10.30 WIB, Rombongan KPK mendapat kawalan Pasukan Brimob sudah bersiap di Rumah Dinas Bupati

4. Pukul 10.45  WIB tamu undangan mulai pulang karena acara inti telah selesai.

5. KPK dan Brimob Polda masuk ke rumah dinas bupati.  Keluarga yang masih belum pulang, ketika tau KPK datang, suasana menjadi panik dan tegang.

6. KPK langsung membawa pejabat tersebut ke Dirkrimsus Polda Sumsel. Diantara yang digelandang ke Polda Sumsel tersebut adalah Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian, Sekda Pemkab Banyuasin Ir Firmansyah, Kadisdik Banyuasin Umar Usman, Kabag Rumah Tangga Rustamin dan seorang kontraktor. Namun Firmansyah, tidak dibawa KPK ke Jakarta.

7. Pukul 15.00 WIB rombongan KPK tiba di Palembang.

8. Pukul 16.00 WIB, pemeriksaan awal selesai. Yan Anton beserta pejabat lainnya langsung diterbangkan ke Jakarta. (Tim)

Bagaimana Menurut Anda?