BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Penanganan kasus pembunuhan Brigadir Joshua sempat diragukan publik dikarenakan menduga melibatkan oknum petinggi polri yang memiliki jabatan penting dalam institusinya.
langkah penetapan tersangka mantan kadiv propam Polri Irjen Pol. Ferdy Sambo yang diumumkan kapolri semacam menjadi jawaban atas keraguan publik tersebut. Demikian hal ini disampaikan oleh Ketua PC. Syarikat Islam Kab. Garut, KH. Atep Moh. Wahid Hasyim.
Ketua PC Syarikat Islam Kabupaten Garut ini menilai langkah kapolri tersebut patut diapresiasi dan kami mendukung pak kapolri beserta jajaran untuk terus mengungkap kasus tersebut sampai betul-betul terang benderang dan secara konsisten mengungkap semua aktor dibalik kasus tersebut.
“ Kebenaran dan keadilan adalah sikap yang harus selalu junjung tinggi oleh siapapun. Oleh karenanya saya sangat menghargai sikap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang telah membongkar kasus kematian Brigadir Nofriasnyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J” ucapnya.
Lebih lanjut Ketua PC. Syarikat Islam Kabupaten Garut juga berharap kasus Brigadir J ini dapat dijadikan sebagai momentum oleh Kepolisian Republik Indonesia untuk berbenah atau memperbaiki diri agar kepercayaan masyarakat terhadap Polri ini semakin baik dan meningkat.
“ Harapan kami , Polri sebagai institusi penegakan hukum terus bisa menjadi contoh tauladan dalam penegakan hukum yang berkeadilan terhadap siapapun,” harapnya.
Misteri kematian Brigadir J alhamdulillah telah menemukan titik terang dengan menetapkan empat tersangka, yakni Bharada E, Bripka RR, KM, dan mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol. Ferdy Sambo. Keempatnya disangkakan dengan Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup.
Apresiasi Kapolri ungkap kasus yang menimpa Brigadir J menjadikan Brigjen FS dijadikan sebagai tersangka, Ketua Umum Pemuda Muslim, Zamzam Hamzah memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kinerja Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Hal senada Ketua Pemuda Muslim Zamzam turut menyampaikan,ia menganggap hal yang tak kalah penting adalah Kapolri berhasil membongkar kasus besar yang melibatkan petinggi ditubuh Kepolisian Republik Indonesia.
Persepsi bahwa Kepolisian sebagai lembaga yang kaku, rigid dan ‘sok resmi’ bahkan dianggap tajam kebawah tumpul ke atas tampaknya harus segera dienyahkan.
Terbongkarnya kasus pembunuhan Brigadir J yang dibuka secara transparan ke publik menunjukan bahwa komitmen Kapolri dalam menegakan hukum tanpa pandang bulu.
“ Sebagai orang yang cinta kebenaran dan keadilan, kita tentu patut memberikan apresiasi kepada Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dan pihak kepolisian yang telah dapat membongkar kasus pembunuhan terhadap Brigadir Nofriasnyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J sampai ke akar-akarnya,” tandasnya
Meskipun masyarakat pada awalnya pesimistis dan memperkirakan penyelesaian kasus ini tidak sampai akarnya, Polri akhirnya mampu membongkar kasus pembunuhan Brigadir J dan menetapkan status tersangka pada mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, berkat sikap tegas dan profesionalitas Listyo Sigit.
“ Meski banyak yang merasa pesimistis terhadap penyelesaian kasus ini, namun Kapolri membuktikan dengan sikap tegas dan profesional membuka seluruh fakta ke depan publik,” Lanjutnya
Lebih lanjut sikap tegas dan profesional Kapolri harus menjadi contoh seluruh anggota kepolisian di republik Indonesia”tegasnya








