Unsri Wisuda ke-157 Terapkan Protokol Kesehatan

14.722 dilihat
Wisuda ke-157 Unsri Terapkan Protokol Kesehatan. Rabu 15 Desember 2021

BUANAINDONESIA, SUMSEL- Universitas Sriwijaya (Unsri) menggelar wisuda ke-157 di Fakultas Hukum Unsri, Rabu 15 Desember 2021. Dalam wisuda yang digelar secara luring dan daring ini diikuti 1.078 mahasiswa.

Rektor Unsri Prof. Dr. Ir. H. Anis Saggaf, MSCE mengatakan, jika dihitung dari jumlah mahasiswa yang masuk dengan jumlah mahasiswa yang keluar di Unsri itu sudah seimbang.

Advertisement

“Kita dalam setahun melaksanakan 6 kali wisuda. Untuk saat ini rata rata mahasiswa sudah tepat waktu semua yang menamatkan pendidikan di Unsri, kalaupun ada terlambat itu karena sakit atau ada kegiatan lain. Tapi tidak ada lagi yang tamat lebih dari 5 tahun, ” ujarnya.

Anis menuturkan, mahasiswa Unsri tidak ada lagi yang menamatkan pendidikannya diatas 5 tahun, karena Unsri membenahi sistem pelayanan dan proses belajar mengajar.

“Pola belajar seperti penjajahan tidak ada lagi sejak Mendikbud-Ristek pak Nadiem Makarim. Beliau membersihkan pola seperti penjajahan dengan sistem Merdeka Belajar. Sebagai contoh dosen disumpah untuk melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, tapi dulu ada saja dosen yang ketika mahasiswa mau menghadap bimbingan beralasan tidak bisa karena sibuk. Sekarang, dosen juga mengedepankan pola kekeluargaan, bagi mahasiswa yang salah ditegur dan yang berprestasi diapresiasi. Selain itu, kita mengambil contoh pola di Malaysia, Brunai dan Singapura dimana dalam risetnya dosen dan mahasiswa tidak berbeda,” terangnya.

Ketika ditanya proses pembelajaran kedepan, Anis menjelaskan, nantinya tidak hanya luring tapi juga daring. Jadi kedepan, saat pembelajaran ada yang luring tatap muka namun juga bisa diikuti banyak mahasiswa secara daring.

Lebih lanjut Anis mengatakan, tidak boleh ada mahasiswa yang ekonomi lemah menangis karena tidak bisa membayar uang kuliah. KIP kuliah di Unsri kuota awalnya 950 orang, ternyata yang memenuhi persyaratan untuk mendapatkan KIP kuliah mencapai 1.200 orang.

“Kita perjuangkan agar Unsri diberi 1.200 orang, dan kuota itu disetujui Mendikbud-Ristek,”jelasnya

Selanjutnya, kita tambah lagi 300 orang lagi. Kalau misal masih ada mahasiswa yang orang tuanya bangkrut, maka akan kita bantu UKT-nya.

Dikatakan tidak boleh ada mahasiswa menangis karena tidak bisa membayar bayaran UKT. Kalau ada mahasiswa yang kuliah dan ternyata orang tuanya mengalami masalah ekonomi, lapor ke saya atau Wakil Rektor 3 maka akan kita bantu UKT-nya

“Kewajiban Perguruan Tinggi dalam memberikan KIP kuliah itu 20 persen. Dan Unsri telah memberikan bantuan KIP kuliah sampai 25 persen,” tandasnya.

Dalam melaksanakan wisuda ini, Unsri menerapkan protokol kesehatan secara ketat sesuai dengan arahan pemerintah. Pasalnya hanya puluhan saja yang hadir secara luring atau tatap muka, sedangkan peserta wisuda lainnya mengikuti secara daring.

Panitia menyiapkan alat ukur suhu tubuh sebelum peserta wisuda masuk ke dalam ruangan, serta mewajibkan yang hadir menggunakan hand sanitizier, dan memakai masker dan peserta wisuda yang hadir dibuat berjarak. (Yanti/Ward)

Advertisement