Zainuddin Sebut Target PAD & APBD Kota Bima Naik

3.164 dibaca
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bima, Drs. Zainuddin M. Si,
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bima, Drs. Zainuddin M. Si,

BUANAINDONESIA.CO.ID – BIMA – Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bima, Drs. Zainuddin M. Si, menyebutkan bahwa target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bima di tahun 2018 ini dinaikkan hingga Rp. 40 Milyar. “Target PAD Kota Bima pada semester pertama 2018 di posisi tiga puluh tiga milyar rupiah lebih. Namun di APBD Perubahan 2018 targetnya dinaikkan lagi mencapai empat puluh milyar rupiah,” ujar Zainuddin pada Buanaindonesia.co.id di kantornya. Jum’at (08/09/18).

Menurut Zainuddin, kenaikan target PAD tersebut dinilainya cukup signifikan dan luar biasa. Sebab, separuh dari nilai target itu adalah kontribusi target di satuan kerja BPKAD sendiri senilai Rp. 20 Milyar. “Jadi satker BPKAD ini memberikan kontribusi target hingga 50 persen dari nilai total target PAD Kota Bima,” imbuhnya.

Soal capaian, lanjut Zainuddin, pihak Pemkot Bima merasa optimistis bisa mendekati target. Namun demikian, ucap Zainuddin, dibutuhkan lagi penyusunan regulasi yang mendukung optimalisasi proses pemungutan terhadap sumber-sumber pendapatan daerah. “Kita masih membutuhkan regulasi yang mengatur optimalisasi penagihan agar tidak ada kendala di lapangan”, tandasnya.

Menyinggung anggaran belanja daerah, Zainuddin menyebutkan, bahwa APBD Kota Bima tahun 2018 berada di posisi tujuh ratus hingga delapan ratusan milyaran rupiah. Di semester pertama, kata Zainuddin, APBD Kota Bima tahun 2018 berada di posisi tujuh ratusan mikyar rupiah. “Tapi ada kenaikan delapan ratusan milyar rupiah di APBD Perubahan ini,” tegasnya.

Terkait pembagian porsi belanja dana APBD? Zainuddin menyatakan, dana APBD Kota Bima adalah alokasi dana tramsfer atau dana alokasi umum (DAU) dari pusat. Karenanya, dana sebesar 75 persen DAU dipakai untuk membiayai kebutuhan aparatur. “Sedangkan sisanya untuk biaya alat tulis kantor, perjalanan dinas dan belanja modal,” jelasnya.

Zainuddin mengakui, saat ini ada perubahan porsin untuk belanja modal mencapai 30 persen lebih. “Terkait juga dengan adanya program 100 hari kerja Wakikota Bima Terpilh sudah kita persiapkan semuanya,” tambah Zainuddin.

Ia juga menyampaikan, bahwasanya dana APBD Kota Bima untuk tahun anggaran 2019 naik menjadi sembilan ratusan milyar rupiah. “APBD Kota Bima di tahun anggaran 2019 nanti akan ditetapkan mencapai sembilan ratusan milyar rupiah. Kita mengupayakan agar tata kelola keuangan daerah ini semakin lebih baik dari sebelumnya”. tandas Zainuddin.

Ditambahkannya, Pemerintah Kota Bima telah empat kali meraih penilaian Wajar Dengan Pengecualian (WDP) dari BPK. “Selanjutnya sudah tiga kali meraih predikat wajar tanpa pengecualian (WTP) sehingga prestise tata kelola keuangan daerah ini harus terus dilakukan dengan sebaik-baiknya,” pungkas Zainuddin.