OGAN ILIR, buanaindonesia.com- Sebanyak 8412 siswa SD di kabupaten Ogan Ilir (OI) dari 276 SD yang ada di 16 Kecamatan di OI pada tahun 2013 mendapat dana Bantuan SiswaMiskin (BSM). Demikian dikatakan Kadin Pendidikan Kabupaten OI Drs. H. Sidharta, SE, MSi melalui Wahyudi. S.Kom kasi Sarana Disdik OI. Kepada buanaindonesia.com belum lama ini.
Dikatakan Wahyudi Data BSM tersebut diperoleh dari kepala sekolah SD se Kabupaten OI berdasarkan data dari Kartu Perlindungan Sosial (KPS) yang dikeluarkan oleh BPS pusat. Sebenarnya berdasarkan kuota dari BPS pusat di OI ada 12.079 siswa namun dari hasil validasi yang dilakukan pihak diknas dari bulan Juni hingga September 2013 yang lalu didapati 8412 siswa SD yang tervalidasi dan data tersebut secara bertahap sudah di kirim ke dirjen pendidikan pusat.
“Pihak dinas pendidikan OI sifatnya hanya diberi tugas untuk mendata dan menvalidasi data yang ada, setelah data masuk atau dikirimkan kepala sekolah kami langsung mengirimkan ke dirjen pendidikan pusat”, ujar
Dijelaskan Wahyudi. Sementara pencairannya dari pusat langsung ke Bank Sumsel, disini bagi siswa yang mendapat BSM langsung dibuatkan buku rekening dengan demikian pencairan langsung ke rekening siswa tersebut. Setiap siswa berhak menerima 425ribu dana BSM tersebut namun ada juga yang hanya menerima 245ribu karena merupakan tambahan dan data susulan sementara realisasi pencairannya sudah dimulai dari September yang lalu secara bertahap.
“Pencairannya di Bank sumsel langsung ke rekening siswa tersebut yang pencairannya sudah dimulai sejak September yang lalu dilakukan secara bertahap”, pungkas Wahyudi.
Sementara itu, berkaitan dengan adanya pendataan PKH (Program Keluarga Harapan) jelas ada keterkaitannya, sama sama berdasarkan atas data BPS tahun 2011. Namun secara teknis dilapangan program ini menggandeng tiga dinas terkait meliputi Dinas Sosial, Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan. Keterlibatan ketiga dinas tersebut semata-mata untuk memvalidasi data yang ada sekaligus untuk meminimalisir potensi adanya tumpang tindih dalam pemberian bantuan PKHMisalkan saja ada anak SD yang telah mendapat bantuan siswa miskin (BSM) dari Dinas Pendidikan. Maka secara otomatis anak itu tidak lagi mendapatkan bantuan dari program keluarga harapan,”tutur H. Syarkowi Kadin Sosial Kabupaten OI.(Mie)







