
CIAMIS, Buanaindonesia- Alun-alun Kota Ciamis Jawa Barat yang biasanya sedikit lengang selasa (25/10/11) mendadak disesaki Ratusan masa yang terdiri dari berbagai elemen. Mereka berkumpul untuk mendeklarasikan bahwa Ciamis sebagai Zon anti kekerasan .
Pendeklarasian itu diduaga akibat banyaknya pengrusakan-pengrusakan yang dilakukan oleh geng-geng bermotor dan banyaknya isu pelaku bom bunuh diri yang pernah menyenyam pendidikan mengaji didaerah ciamis.
Deklarasi ciamis sebagai dari zona anti kekerasan tersebut dibacakan oleh ketua PC NU ciamis, drs KH Agus Abdul Holik yg juga pengasuh ponpes cijantung di dampingi salah satu ketua parpol yg ada di ciamis, serta pinpinan ormas dan peropesi.
Pantauan media ini tokoh yg di daulat pertama untuk deklarasi ciamis damai tersebut adalah bupati ciamis H Engkon Komara, yg kemudian di ikuti oleh Unsur Muspida, Pinpinana Parpol, Ormas, Perwakilan Pesanteren, tokoh dari berbagai agama, MUI, sampai perwakilan tukang becak, pedagang, tukang ojek, dan sebagainya.
“kami perlu mengadakan deklarasi zona anti kekerasan ini karena di ciamis sekarang sudah muncul bibit-bibit kekerasan. mulai dari perusakan-perusakan yg dilakukan gerombolan bermotor, ciamis selalu di kait-kait bila terjadi aksi bom bunuh diri, seolah pelaku bom bunuh diri dan jaringanya pernah mengaji di ciamis, banyak lagi kekerasan lainya. seperti kekerasan ekonomi yg dilakukan para rentenir di pasar-pasar dan pemukiman warga. kami minta para rentenir segera meninggalkan ciamis, ”tegas Nanang Permana salah seorang deklarator zona anti kekerasan tersebut. (A. Muis)







