

BUANAINDONESIA- BANYUASIN- Alamsyah Hanafiah, Pria kelahiran Desa Lubuk Lancang Kecamatan Suak Tapeh Kabupaten Banyuasin. Kini yang berprofesi pengacara, yang levelnya sudah tingkat Nasional.
Mereka juga termasuk salah satu pengacara calon presiden saat Perkara perselisihan hasil pemilihan umum presiden dan wakil presiden (PHPU)
Pengacara kondang asal Lubuk Lancang, Selesai mengambil formulir bakal calon Bupati – Wakil Bupati Banyuasin periode 2018-2023 di Tim Konvensi Banyuasin di Langkan, Jumat 13 Januari 2017.
Mengaku sebenarnya masih sangat sayang dengan profesi pengacara. Tapi kalau masyarakat Banyuasin menghendaki untuk maju sebagai bakal calon Bupati, semua akan di korbankan untuk membangun daerah
“Saya masih sayang, dengan profesi, kalau masyarakat menghendaki akan saya korbankan untuk membangun daerah,”kata Alamsyah Hanafiah, Jumat, 13 Januari 2017 di Sekretariat tim Konvensi
Alamsyah mengajak masyarakat Banyuasin untuk menjaga demokrasi di Banyuasin, singkirkan, politik ras, menjaga satu kesatuan azas bhineka tunggal ika, jadi walaupun penduduknya banyak (majemuk) tetapi satu keluarga prinsipnya.
“Tidak ada pilih kasih walaupun banyak suku di Banyuasin, tidak terpisah satu sama lain jadi azasnya Bhineka tunggal ika Banyuasin,”katanya
Dikatakan Maju menjadi Bakal Calon Bupati di Banyuasin ini dilatarbelangi rasa prihatin dengan kampung halamannya.
“Saya prihatin dengan kampung halamanya saya sendiri, mengingat Bupati dan pejabat di tangkap KPK, saya sedih, malu berat, kalau begini terus kapan kampunya saya akan maju,”keluhnya.
Selanjutnya, Program yang akan ditawarkan mengutamakan pembangunan infrstruktur dan azas kekeluargaan “Jangan pilih kasih dan Nepotisme, kalau ingin membangun banyuasin
Pengacara asal Desa Lubuk Lancang, mengaku belum berkomunikasi dengan Partai Politik sehungungan dengan bakal pencalonan untuk menduduki orang nomor satu di Banyuasin
“Belum komunikasi dengan petinggi parpol, Ini baru wacana dan gagasan,”ujarnya
Dia berharap siapapun maju mempunyai konsep yang jelas untuk mensejahterakan rakyat Banyuasin
“Yang nyalon harus mempunyai konsep yang jelas, jangan asal nyalon,”
Dia menegaskan proyek-proyek di Banyuasin itu dijalankan sesuai dengan aturan jangan hanya formalitas saja waktu tender
“Kalau kita lihat sekarang ini proyek sudah diijonkan terlebih dahulu, jangan harap kualitas bangunan akan bagus kalau sistemnya demikian, tenderya hanya ditentukan oleh satu orang,”
Dia menambahkan Banyuasin ini kaya, kaya alam, kaya penghasilan, posisinya sangat srategis ada dua pelabuhan Internasional Pelabuhan Tangjung Api-api, Bandara Sultan Mahmud Badaruddin ada di Banyuasin walaupun sekarang di Kota Palembang tapi berbatasan langsung







