MUSI BANYUASIN, Buana Indonesia – Warga Kabupaten Musi Banyuasin akhir-akhir ini sering mengeluhkan pelayanan PLN yang sudah beberapa pekan terakhir aliran lisriknya byarpet. Selain itu, pada jam tertentu arus listrik mengalami penurunan daya dan turun naiknya spaning.
Seperti yang terjadi di kota Sekayu, sebagai ibukota kabupaten dan pusat bisnis dan perdagangan, kondisinya memprihatinkan. Padamnya listrik tidak tentu waktu, terkadang disaat jam kerja. Selain byarpet, arus listrik yang masuk ke rumah-rumah warga mengalami penurunan daya.
Tentunya hal ini menimbulkan kecemasan bagi warga, karena selain rawan kerusakan peralatan elektronik, warga juga mengkhawatirkan akan mengakibatkan lampu redup dan peralatan lain yang menggunakan listrik tak dapat digunakan.
Seperti diungkapkan Sande (33), warga Sekayu, bahwa kota Sekayu akhir-akhir ini selalu dihantui dengan byarpet, bayangkan saja dalam satu minggu bisa 7 hingga 8 kali byar pet. “Ya, sudah beberapa hari ini arus listrik mulai tidak normal. Jika ini terus berlangsung, banyak warga yang dirugikan,” kata dia.
Apalagi warga yang memiliki usaha tentu saja sangat terganggu, sebab usaha mereka menggunakan listrik untuk mendukung pekerjaannya. “Warga banyak menggantungkan usahanya dengan keberadaan listrik. Apalagi, di sini sebagai pusat kota, baik usaha (bisnis) maupun kantor pemerintahan sangat membutuhkan listrik,” ujarnya.
Dengan kondisi seperti saat ini, menurut Sande meminta kepada pihak PLN agar bisa memperbaiki arus listrik yang mengalir di Muba, “Coba bayangkan jika ini berlangsung lama, berapa banyak kerugian yang diderita warga. Baik dengan kerusakan alat maupun tersendatnya roda ekonomi. Sebab, alat pendukung pekerjaannya terpaksa dihentikan karena listrik byarpet,” kata dia.
Keluhan senada juga disampaikan oleh Mulyadi (39), warga Tanah Abang kecamatan Batang Hari Leko Kabupaten Musi Banyuasin saat dimintai keteranganya terkait sering byarpetnya PLN (28/11).
Mulyadi mengatakan bahwa dirinya dan masyarakat sekitar merasa gerah dengan keberadaan PLN akhir-akhir ini yang sering byarpet. Mereka pernah mengancam akan pindah jalur pemasangan ke jalur PLN Ranting Keluang yang katanya jarang padam, sementara itu PLN Ranting Sekayu dalam satu minggunya terkadang lebih dari 7 kali pemadaman tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu.
“saya berharap PLN untuk segera mengatasi masalah ini. Jangan lagi ada pemadaman listrik secara mendadak. PLN bagi kami sebagai salah satu faktor kebutuhan pokok karena usaha pembuatan perahu yang saya tekuni sangat bergantung dengan listrik, jika sering mati maka penghasilan saya bisa menurun drastis,” ujarnya.
Tak mau disalahkan, Yeyen Mulyono selaku Kepala PLN Ranting Sekayu pun berkilah kalau byar pet tersebut terjadi akibat dari ganggguan jaringan yang bersumber dari Betung, “Byarpet ini karena adanya gangguan jaringan dari Betung,”ungkap Yeyen.
Selain itu pula, pemadaman PLN terjadi akibat adanya tiang PLN yang patah akibat ditabrak kendaraan atau konsleting akibat batang pohon yang berada disekitarnya, “Kami sudah berupaya untuk memperbaiki jaringan tersebut, tapi ketika jaringan yang satu sudah diperbaiki, jaringan yang lain kembali rusak, inilah yang menjadi persoalan kami,” kilahnya.
Oleh sebab itu ia meminta pengertian dari masyarakat Muba atas pemadaman ataupun byar pet yang terjadi selama ini, dan pihaknya akan berupaya untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi. “Saya juga mohon kerjasama masyarakat untuk menjaga jaringan yang ada, jika ada pohon tinggi di dekat jaringan supaya merelakan untuk dipangkas, ini dilakukan agar kerusakan jaringan bisa diminimalisir,” pungkasnya.
Yeyen mengakui bahwa pada saat beban puncak yaitu pada malam hari tegangan PLN rendah, akibat banyaknya daya yang digunakan oleh konsumen. (bi)






