Warga Desa Srikembang Tuntut Ganti Rugi PT Saripari

9.104 dilihat
Banyuasin, Buana Indonesia – Aktifitas pertambangan minyak bumi dan gas alam dinilai tak membawa kesejahteraan bagi rakyat di sekitar lokasi tambang. Kegiatan tambang migas justru mendatangkan kesengsaraan bagi rakyat.
Pada dasarnya, semua perusahaan yang terlibat dalam eksplorasi minyak dan gas bumi harus memperhitungkan berbagai faktor risiko yang terkait dengan mereka selama masa eksplorasi berlangsung. Khususnya pada perusahan-perusahaan yang menggunakan metode eksplorasi seismic sebagai metode dalam pencarian minyak dan gas bumi pada suatu daerah tertentu.
Dampak yang mungkin di timbulkan dari pelaksanaan eksplorasi tersebut. Diantaranya dampak terhadap kondisi sosial, dampak terhadap kondisi ekonomi, dampak terhadap kondisi budaya masyarakat. Selain 3 dampak utama yang sering terjadi pada saat eksplorasi seismic tersebut, baru-baru ini para peneliti dunia mempublikasikan suatu survey tentang dampak buruk eksplorasi seismic. kegiatan eksplorasi seismic dapat menyebabkan gajah dan hewan lainya menghindar cukup jauh dari habitatnya untuk menghindari gangguan. Survei Seismik memang merupakan langkah awal sebelum dilakukan kegiatan pertambangan. Meski survei mengatakan belum ada jaminan bakal ada kegiatan eksplorasi migas.
Seperti dampak dari penembakan yang dilakukan oleh PT Sari Pari diduga mengakibatkan puluhan kepala keluarga di desa Srikembang Kecamatan Betung kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan merasa dirugikan. Puluhan rumah warga diduga mengalami keretakan dibeberapa bagian dinding rumah. Bukan hanya itu menurut pengakuan warga selain keretakan diding rumah, keretakan bak mandi, beberapa wc, juga berdampak terhadap tanam tumbuh dalam kebun warga yang berada disekitar lokasi penembakan.
Esy Samsora, warga desa Srikembang saat dikonfirmasi mengaku dirinya ikut mengalami kerugian akibat dari eksplorasi PT Sari Pari tersebut, “pada saat PT Sari Pari melakukan penembakan pertama rumah saya mengalami keretakan sedikit dan setelah penembakan berikutnya keretakan tersebut memanjang dari atas rumah sampai kebawah” ungkap Esy
Selain itu, Esy juga mengalami kerugian dibidang tanam tumbuh, ia mengaku kebun duku miliknya mengalami kerontokan buah sebelum dipanen, belum lagi beberapa batang tanaman karet miliknya mengalami kerusakan dampak dari penembakan tersebut.
Hal serupa juga dikatakan oleh Aripin warga asal Muba yang berdomisili di desa Srikembang, kecamatan Betung. Beliau mengaku 2 buah rumahnya mengalami keretakan dibeberapa bagian dinding, belum lagi 3 buah bak berukuran besar miliknya.
Aripin sangat menyesalkan sikap dari perusahaan tersebut yang tidak pro rakyat dan hanya mementingkan pihak perusahaan saja, “ saya minta pertanggung jawaban dari pihak perusahaan, akibat dari penembakan tersebut rumah, bak air saya mengalami keretakan yang cukup parah, belum lagi tumbangnya belasan batang pohon karet serta gugurnya buah durian dengan hasil yang mengecewakan dan tidak dapat dimakan apalagi untuk dijual” ungkap Aripin. (bi)
Advertisement