BUANAINDONESIA.CO.ID BIMA – Diskonminfo Kota Bima menggelar sosialisasi Layanan Nomor Tunggal Panggilan Darurat 112 Kota Bima Selasa (04/09/18).
Acara sosialisasi dibuka oleh Asisten II Perekinomian Dan Pembangunan Setda Kita Bima. Dilansir oleh Plt. Kabag Humas Dan Protokol Setda Kota Bima, Abdul Malik SP. M. AP, sosialisasi tersebut dihadiri Direktur Pita Lebar Kementerian Kominfo RI, perwakilan PT. Jasmita selaku mitra Kementerian Kominfo RI, beberapa kepala OPD Kota Bima, Polres Bima Kota, BNNK, Camat, dan Lurah.
Kepala Dinas Kominfo Kota Bima, Ir. Supawarman, melaporkan, sosialisasi tersebut dilakukan dalam rangka mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat dalam penanganan secara terpadu melalui pengintegrasian layanan kegawat daruratan pada OPD atau UPT Pemda Kota Bima dan instansi terkait lainnya ke dalam layanan nomor tunggal darurat 112. “Diharapkan dengan kegiatan sosiakisasi ini tercipta keamanan pemahaman tentang pemanfaatan serta penanganan kegawat daruratan pada layanan nomor tunggal darurat 112,” ujar Supawarman.
Asisten II Setda Kota Bima, DR. Ir. H. Syamsuddin MS, menjelaskan, pada tahun 2016, Kominfo masukkan rancangan program layanan nomor tunggal darurat 112 dan diuji coba di sepuluh kota pilot project, yakni, Kota Batam, Kota Tangerang, Kota Depok, Kota Bogor, Kota Bandung, Kota Surakarta, Kota Balikpapan, Kota Denpasar, Kota Mataram, dan Kota Makassar.
Ia menambahkan, sebelumnya layanan nomor tunggal panggilan darurat 112 tersebut telah berhasil diimplementasikan di provinsi DKI Jakarta dan Kota Surabaya. “Kota Bima baru mendapatkan penerapannya mulai tahun 2018 ini. Hal ini dimaksudkan agar dapat mempermudah masyarakat dalam mengingat dan menghubungi layanan darurat,” jelas Syamsuddin, seperti dilansir okeh Plt Kabag Humas Pro Setda Kota Bima, Abdul Malik.
Lebih lanjut disampaikan Syamsuddin, layanan darurat melalui 112 adalah menerima dan menindaklanjuti laporan masyarakat terkait kebakaran, tindak kriminal, kecelakaan, kebutuhan ambulans, dan penanganan kesehatan yang gawat darurat. “Dengan adanya layanan nomir tubggal darurat 112, masyarakat dapat melapor keadaan gawat darurat ke pemda baik melalui telepon rumah maupun telepon seluler. “Diharapkan program ini mendapat dukungan masyarakat. karena, dukungan tersebut menjadi salah satu kunci keberhasilan aktivitas layanan publik,” harap Syamsuddin. (Suhairy)








