BUANAINDONESIA, SUMSEL- Pasca diresmikannya Kampung Tangguh Anti Narkoba di kawasan Kebangkan 9 Ilir, Gubernur Sumsel H. Herman Deru (HD) menargetkan Kampung Tangguh seperti ini juga dibangun dan dihadirkan di seluruh Kab/kota di Sumsel.
Pernyataan itu diungkapkannya saat meresmikan Kampung Tangguh Anti Narkoba di Sungai Karangkuan, Kelurahan 8 Ilir Kecamatan IT 3, Rabu 16 Februari 2022.
Keberadaan Kampung Tangguh itu menurut HD perlu dihadirkan di setiap Kab/Kota di Sumsel tak hanya untuk mengantisipasi peredaran gelap narkoba. Namun juga dapat memantik masyarakat untuk peduli akan lingkungan sekitar bahkan dapat membantu perbaikan perekonomian masyarakat setempat.
“Inisiasi Kapolda Sumsel ini telah membuka mata kita semua bahwa keindahan, ketertiban dan antisipasi narkoba itu sangat penting,” jelasnya.
Iapun berharap launching ini tidak hanya menambah keindahan pemandangan di sekitar lokasi. Tapi juga dapat menjadi sarana edukasi masyarakat untuk terbiasa menjaga kebersihan sungai dan melestarikannya. Bahkan dengan bantuan booth-booth UMKM yang diberikan mampu meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
“Sama seperti manajemen tepuk tangan, harus ada yang mulai duluan. Makanya Saya apresiasi sekali atas inovasi Kapolda ini. Kedepan Saya harap Forkopimda di daerah juga dapat melakukan ini agar Kampung Tangguh ini juga hadir di tiap kab/kota,” jelasnya.
Tak hanya mengantisipasi peredaran gelap narkoba, adanya Kampung Tangguh ini juga diharapkannya dapat mendorong masyarakat berinisiatif mengatasi masalah secara mandiri termasuk dalam mengatasi Pandemi COVID-19 dan masalah sosial kemasyarakatan lainnya.
Setelah dilaunching, HD berharap kawasan ini dijaga dengan tanggungjawab bersama. tak hanya aparat TNI Polri tapi juga pamong hingga tingkat kecamatan dan RT serta masyarakat.
“Jadi label yang sudah kita canangkan ini harus dipertahankan,” harapnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana yang juga Kepala Pekerja Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pemkot Palembang Ir. A. Bastari Yusak mengatakan, pengerjaann Kampung Tangguh ini memakan waktu 40 hari mulai dari kegiatan fisik dan non fisik.
Pembangunan yang dilakukan meliputi 7 kegiatan. Di antaranya pengecatan 12 rumah penduduk, pembangunan taman untuk ruang publik serta tamban land mark Kampung Tangguh.
Selain itu dibangun juga 3 booth UMKM untuk warga, bantuan hidroponik dan perahu untuk masyarakat.
Beberapa pembinaan juga dikakukan seperti pembinaan masyarakat untuk menjadi wirausaha ikan cupang, serta pembinaan masyarakat menjadi UMKM dan pengusaha hidroponik.
“Target kita anak sungai ini dapat menjadi seperti Venesia in Palembang dan memacu semangat serta komitmen semua pihak agar sungai-sungai di Palembang berkembang berkelas dunia,” ujarnya. (R/Hms/Ward)








