Air masuk Petani Ikan Tunda Produksi

9.686 dilihat
ilustrasi gambar (poto net)

MUSI RAWAS, Buana Indonesia- Proyek Normalisasi Bendung Kelingi (BK) dari BK 0 sampai dengan BK 17 diperkirakan akan selesai pada Nopember tahun ini, namun selesainya proyek normalisasi ini tidak akan membuat para pembudidaya ikan kolam air deras senang karena saat air masuk pasca normalisasi para petani ikan harus menunda budidaya.

Menurut Chairul Huda, ST selaku PPK Irigasi dan Rawah II Sumatera Selatan,  bahwa pihaknya bersama pemerintah setempat akan melihat dulu apakah setelah normalisasi ini selesai air akan menggapai semua saluran irigasi yang dialiri dari BK 0 sampai dengan BK 17. “jadi saat air sudah dimasukkan ke saluran BK dari Kelingi kami bersama pemerintah setempat akan meninjau langsung apakah air sampai ke ujung, untruk itu para pengelola kolam air deras agar menutup dulu saluran masuk,” ujar Chairul saat dibinbcangi wartawan Koran ini beberapa waktu lalu.

Advertisement

Masih menurut Chairul pihaknya juga akan mendata ulang semua kolam air deras apakah memenuhi ketentuan dalam penggunaan air BK ini, jika memang tidak memenuhi kebutuhan dan berpengaruh besar pada saluran maka kolam tersebut akan ditutup atau mengajukan ulang izin pengelolaan kolam air deras. “jika nanti air tidak mampu menggapai semua saluran maka akan dikaji ulang semua perizinan kolam air deras, sehingga tujuan irigasi untuk mengaliri sawah dapat tercapai,” tambah Chairul

Chairul menambahkan untuk lebih jelas mengenai teknik pengecekan dan apakah informasi ini benar pihaknya menyarankan agar wartawan menkonfirmasikan ke Asisten II pemkab Mura.
Sementara itu Asisten II pemkab Mura Edi Iswanto Saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa iformasi itu benar, menurutnya semua kolam air deras yang ada akan ditera ulang perizinannya, jika mengganggu saluran air bagi persawahan maka izin akan dicabut. “itu benar saat air masuk nanti semua aliran ke kolam air deras akan ditutup dahulu untuk melihat apakah debit air mencukupi sampai ke ujung BK, jika tidak maka pemerintah akan mengkaji ulang izin penggunaan air bagi kiolam air deras,” ujar Edi saat ditemui seusai pelantikan pejabat eselon IV beberapa waktu lalu.
Kabar penertiban kolam air deras ini sontak mendapatkan sambutan yang meriah para petani sawah, karena selama ini sejak menjamurnya kolam air deras yang menggunakan saluran air BK banyak persawahan yang tidak kebagian air. “nah itu baru terobosan dan itu baru namanya normalisasi, karena air ini sejak zaman belanda membuatnya dulu untuk digunakan mengairi persawahaan bukan untuk kolam,” ujar Fajri yang mengaku menggarap sawah di daerah ketuan jaya Muara Beliti.
Fajri menyarankan agar pemerintah dapat melihat kebelakang apa fungsi dari saluran BK ini, karena jika pemerintah tidak mengkontrol menjamurnya kolam air deras maka sawah yang ada di saluran BK akan menjadi perkebunan karena tidak kebagian air. “Sekarang lihat saja sudah banyak sawah yang ditanami kelapa sawit dan karet, bukan karena tanaman itu lebih menghasilkan tapi karena tidak kebagian air,” terang fajri yang mengaku orang tuanya dulu ikut dalam pembuatan saluran BK. (abie)
Advertisement