Pemkot Palembang Mulai Perbaikan 1.500 RTLH, Enam Kecamatan Jadi Prioritas Utama

3.587 dilihat
Pemkot Palembang Mulai Perbaikan 1.500 RTLH, Enam Kecamatan Jadi Prioritas Utama

BUANAINDONESIA.CO.ID PALEMBANG – Pemerintah Kota Palembang terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Usai rapat tindak lanjut bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PKP) yang digelar secara virtual di rumah dinas Wali Kota, Senin (17/11/2025), langkah konkret kembali diumumkan.

Advertisement

Wali Kota Palembang Ratu Dewa memastikan bahwa 1.500 unit RTLH mulai diperbaiki tahun ini. Program tersebut terlaksana berkat sinergi antara pemerintah pusat dan dukungan sektor swasta.

Menurutnya, pemetaan wilayah prioritas telah diselesaikan. Dari total bantuan tahun ini, 1.000 unit RTLH dibiayai Kementerian PKP, sedangkan 500 unit lainnya berasal dari program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan serta pihak swasta yang beroperasi di Kota Palembang.

“Kami bersyukur atas dukungan dari pemerintah pusat dan dunia usaha. Ini langkah penting untuk menekan jumlah rumah tidak layak huni di Palembang,” ujar Ratu Dewa.

Enam Kecamatan Masuk Zona Prioritas.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat 3.067 RTLH di Kota Palembang. Dari jumlah tersebut, Pemkot menetapkan enam kecamatan prioritas, yakni: Gandus, Seberang Ulu I, Seberang Ulu II, Bukit Kecil, Ilir Barat I, Ilir Barat II

“Kecamatan-kecamatan ini memiliki jumlah RTLH terbanyak sehingga menjadi fokus utama kami,” tegas Ratu Dewa.

Menteri PKP Dijadwalkan Tinjau Lokasi.
Dalam waktu dekat, Menteri PKP Maruarar Sirait akan melakukan kunjungan lapangan untuk meninjau langsung kawasan penerima bantuan RTLH.

Kunjungan yang direncanakan pada awal Desember 2025 ini juga akan mencakup evaluasi terhadap program pemberdayaan UMKM sebagai bagian dari pembangunan komprehensif di Palembang.

Lelang Terbuka untuk 1.500 Unit RTLH Sisanya, Untuk 1.500 unit RTLH lainnya yang belum memperoleh bantuan, Pemkot Palembang berencana membuka lelang terbuka bagi pengembang, BUMN, BUMD, dan pihak swasta.

Biaya perbaikan diperkirakan Rp30 juta per unit agar proses berjalan transparan dan efisien.

“Kami akan mengundang mitra dari berbagai sektor. Ini bukan hanya soal perbaikan fisik rumah, tetapi juga bagian dari pemerataan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat,” jelasnya.

Ratu Dewa berharap program ini memberikan dampak nyata bagi warga berpenghasilan rendah, mulai dari peningkatan kualitas hunian, pengurangan risiko kesehatan akibat rumah tidak layak, hingga mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan wilayah.

Advertisement