Massa Gelar Aksi Demonstrasi Tolak Pelantikan Bupati

9.025 dilihat

Kapolres Banyuasin AKBP Achmad Ikhsan menemui pendemo di depan pintu gerbang pemkab Banyasin.BANYUASIN, buanaindonesia.com– Massa Gelar Aksi Demonstrasi guna  menolak dilantiknya  Bupati Banyuasin terpilih, Yan Anton Ferdian SH tepat dihari akan digelarnya Rapat Istimewa Pelantikan Bupati Banyuasin, Rabu (14/8), Meski jumlahnya terbilang sedikit, namun aksi dorong dengan aparat keamanan pun terjadi Bahkan massa pendemo membakar kayu di depan gerbang Pemkab Banyuasin di Kelurahan Kayuara Kuning.

Pantauan di lapangan, massa sudah mulai terlihat menggelar orasinya sekitar pukul
10.00 WIB, dengan menggunakan mobil truk dan pengeras suara dan karton yang bertuliskan penolakan atas Bupati Terpilih massa terkonsentrasi di gerbang Km 42, dengan pengawalan ketat petugas keamanan yang sudah berjaga-jaga sejak pagi hari.

Advertisement

Tak ayal, lantaran massa sudah tersulut emosi, aksi dorong-dorongan pun terjadi dengan aparat keamanan, terlebih saat massa hendak memblokir ruas Jalintim menggunakan truk dan membakar gelondongan kayu. Namun, aksi pembakaran ini tak bisa terelakkan lagi.

Bahkan, untuk menghalau massa agar tidak masuk ke areal steril pelantikan, dipasang kawat berduri dan pagar betis ratusan aparat kepolisian yang berasal dari Polres Banyuasin dan Brimob Polda Sumsel.

Dalam orasinya, pendemo menyampaikan bahwasanya jika pelantikan tetap dipaksakan maka masyarakat Banyuasin akan menggelar aksi yang lebih besar lagi. Bahkan mereka mengancam akan menggelar aksi tidur dijalanan, mulai dari Gasing-Pangkalan Balai dan Betung-Pangkalan Balai.

“Prosesnya sudah cacat hukum, kenapa harus dipaksakan untuk dilantik. Lagian SK Mendagri belum ada, tetapi sudah dipersiapkan untuk pelantikan. Ini ‘kan aneh namanya. Kami sebagai putra Banyuasin, menolak dengan tegas kepemimpinan Yan Anton Ferdian, karena Banyuasin ini bukan Kerajaan Majapahit dan kami tidak bodoh,” ungkap
Resowiyoto, salah seorang pendemo.

Setelah melakukan orasinya, dan mengetahui jika pelantikan tersebut dibatalkan, akhirnya massa mulai membubarkan diri dengan tertib. Meski demikian, aparat keamanan tetap disiagakan untuk mengamankan Banyuasin.

Terpisah, Kapolres Banyuasin AKBP Achmad Iksan SH SIk MSi melalui Kabag Ops Kompol Rachman Sihotang, mengatakan penjagaan ini dilakukan selama 3 hari. Dalam tiga hari tersebut, tentunya aparat akan ditarik, lantaran terbatasnya anggaran yang ada.

“Tetap akan kita lakukan penjagaan dan anggota kita siaga, dibeberapa titik untuk mengamankan Pangkalan Balai dan sekitarnya. Surat tugasnya hanya untuk 3 hari, kalau sudah habis 3 hari, ya mereka harus pulang, karena anggarannya sudah habis,” ungkapnya singkat.(jns)

Advertisement