Pembangunan Jembatan Tanjung Putus Diduga Terbengkalai

9.273 dilihat
ilustrasi jembatan tanjung putus
ilustrasi jembatan tanjung putus

OGAN ILIR, buanaindonesia.com- Proyek pembangunan jembatan beton Tanjung Putus yang terletak di Desa Tanjung Pering Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir (Oi) diduga terbengkalai.

Pasalnya, sejak dimulainya pemancangan perdana pada tahun 2012 lalu, yang acaranya dihadiri Sekda A Nahrowi ,(sekda lama) sampai saat ini jembatan tersebut tak kunjung selesai, bahkan tidak dikerjakan lagi.

Advertisement

Pantauan buanaindonesia.com dilapangan, pembangunan jembatan tersebut baru 10 persen atau hanya terpancang beberapa paku bumi dan dua tembok bakal penahan jembatan. Selanjutnya rencana jembatan yang akan menjadi salah satu icon Kabupaten Ogan Ilir tersebut tidak dilanjutkan.

Dilokasi pembangunan jembatan terlihat berserakan besi-besi, dan beberapa paku bumi, serta tembok bakal penahan jembatan.

Menanggapi ini, Bupati Kabupaten Ogan Ilir, Ir H Mawardi Yahya mengakui jembatan Tanjung Putus tersebut terbengkalai dan terhenti pengerjaannya. Dimana katanya memang awal rencananya tahun 2013 ini pembangunan jembatan tersebut ditargetkan selesai.

“Itu bukan terkendala dana atau pengerjaannya, melainkan terkendala alam yang tidak menentu,” ujar orang nomor satu di Bumi Caram seguguk pada buanaindonesia.com senin (16/12/13)

Dimana lanjutnya, saat pemancangan paku bumi pertama kondisi sungai saat itu sedang surut. Namun, berjalannya waktu air sungai naik dan hingga saat ini tidak kunjung turun alias surut.

“Ya, kita tidak bisa berbuat banyak, karena ini kondisi alam. Padahal kita dan pihak pengerja sendiri sudah berusaha, namun belum bisa juga,” ungkap mantan Ketua DPRD Kabupaten Ogan Ilir ini.

Hal ini juga diakui Kepala Dinas Pengerjaan Umum Bina Marga (PU BM), H Muhsin Abdullah menurutnya, untuk pembangunan jembatan tersebut seluruh material yang dibutuhkan sudah siap.

“Kendalanya memang air sungai saat ini sedang dalam, dan tak kunjung susut. Jadi, pemancangan pertama waktu air surut, hingga saat ini belum kelihatan. Ya, bagaimana mau kerja untuk menyambungnya kalau airnya tak kunjung surut,” ujarnya.

Untuk itu katanya, pihaknya terpaksa menunggu air surut untuk melanjutkan pengerjaan jembatan tersebut. “Kalau tidak kelihatan juga, terpaksa pemancangan pertama dilakukan ulang. Yang pasti, tahun depan pengerjaan jembatan itu akan dilanjutkan,” tukasnya (mie)

Advertisement