Pascabanjir, Sampah dan Lumpur Menumpuk

8.585 dilihat

JAKARTA, buanaindonesia.com– Pascabanjir yang terjadi di Kelurahan Cililitan Kecil, Kramat Jati, Jakarta Timur, meninggalkan banyak sampah dan endapan lumpur. Hanya saja, sampah-sampah tersebut belum terangkut, karena tak ada mobil pengangkut sampah.

Hairudin, Sekretaris RW 07, mengatakan, sejak pagi, pengurus RW bersama warga dan TAGANA (Taruna Siaga Bencana) melakukan pembersihan. Karena itu, dia berharap segera ada mobil pengangkut sampah.

Advertisement

“Kalau bisa mobil sampah dipercepat,” harapnya, saat ditemui Kompas.com, Senin (27/1/2014).

Sementara lumpur yang mengendap di rumah warga hingga mencapai 30 sentimeter atau setinggi betis orang dewasa.  “Lumpurnya banyak sekali, karena rumah warga tergenangnya juga dalam,” ucapnya.

Sedangkan persoalan lain adalah sampah. Menurutnya, kesadaran membuang sampah masih sangat minim di warganya.

“Warga masih buang sampah sembarangan. Misalnya yang jalanan atau rumahnya sudah bersih, lalu dibuangi sampah kembali,” tuturnya.

Selain itu, warga pun membutuhkan MCK keliling. “Dari pertama banjir, MCK enggak ada. Warga yang ingin buang air kecil biasanya menumpang di rumah warga atau toilet di gedung tempat di pengungsian,” katanya.

Hairudin mengatakan, hampir dua minggu, perumahan warga di RW 07 terendam banjir. Ketinggiannya bervariasi dengan yang paling dalam adalah sekitar 6 meter hingga menenggelamkan lantai dua rumah warga.

Di RW 07, hanya ada satu dari 16 RT yang ada tidak terkena banjir, yakni RT 05. Salah satu wilayah yang terparah adalah RT 06.

Saat ini, meski terbilang surut, namun banjir masih menggenangi sebagian wilayah RT 06 dan RT 09, kira-kira setinggi 60 sentimeter. (kps)

Advertisement